SETIAP hari manusia buang gas atau kentut rata-rata 14 kali. Ada kentut yang tidak beraroma, tapi ada pula yang mengeluarkan aroma tak sedap. Aroma yang tak sedap terjadi karena adanya fermentasi bakteri di usus besar.
Makanan bergizi yang kaya serat dan nabati dapat berkontribusi terhadap aroma tersebut. Namun, adanya masalah kesehatan di sistem pencernaan pun terkadang berkaitan dengan hal ini. Melansir Health, Senin (13/11/2017), berikut penyebab kentut beraroma tak sedap menurut seorang ahli gastroenterologi, Patricia Raymond, MD;
BACA JUGA:
Frustasi! "Pria Berkepala Dua" Berharap Tidur dan Tak Bangun Lagi
Bakteri di perut
Selama proses pencernaan, bakteri di usus menghasilkan senyawa yang mengandung belerang seperti hidrogen sulfida yang membuat bau tak sedap di dalam gas. Jenis makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi jumlah populasi bakteri yang hidup di usus besar.
Makanan tertentu
Makanan yang tinggi belerang bisa membuat kentut beraroma tak sedap. Beberapa sayuran seperti brokoli, kubis Brussel, kembang kol, kol, bawang putih, dan bawang merah mengandung belerang yang cukup tinggi. Tak hanya itu, makanan yang mengandung protein, antioksidan, vitamin, dan mineral seperti kacang-kacangan, keju cheddar, buah kering, anggur, telur, daging, serta ikan dapat menghasilkan aroma serupa. Bahkan gula alkohol seperti sorbitol dan xylitol yang dapat ditemukan pada minuman diet, permen bebas gula, serta permen karet ikut berkontribusi karena pemanis yang terkandung tidak dapat sepenuhnya diserap oleh tubuh melainkan langsung menuju usus besar.
Intoleransi laktosa
Tidak semua orang dapat mengonsumsi susu dan keju karena mengalami intoleransi laktosa. Bila mereka mengonsumsi makanan tersebut, laktosa yang terkandung di dalamnya tidak diserap oleh usus kecil melainkan langsung menuju usus besar. Di usus besar terdapat triliunan bakteri yang merasa senang mendapatkan asupan laktosa sehingga menimbulkan efek aroma yang tidak sedap pada gas.
Sembelit
Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung serat dapat menyebabkan sembelit. Hal ini membuat kotoran terlalu lama berada di usus besar sehingga ketika terjadi pembuangan gas akan menimbulkan aroma tak sedap. Untuk mengatasinya, banyaklah minum air putih, olahraga teratur, dan mengonsumsi makanan berserat tinggi.
Mengerikan, Bayi di Pemekasan Alami Penyakit Langka, Kulitnya Menghitam dan Melepuh
Obat-obatan
Obat tertentu, vitamin, dan suplemen ikut berkontribusi terhadap aroma yang tak sedap. Misalnya saja obat penurun beat badan, suplemen zat besi, dan obat diabetes metformin.
Infeksi atau penyakit
Bila aroma tak sedap dari kentut disertai dengan demam, penurunan berat badan, darah, atau diare bisa menjadi tanda terjadinya penyumbatan usus, penyakit usus inflamasi seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn, kanker usus besar, penyakit seliaka, serta C. difficile (infeksi bakteri yang menyebabkan diare).
(Santi Andriani)