KOREA Selatan memang dikenal akan kecanggihan medikalnya. Apalagi dalam hal operasi kecantikan, Korea memang terkenal berkat kemashurannya. Selain memiliki teknologi dan praktisi medis yang maju, operasi plastik di katakan juga lebih murah.
Tak ayal bila banyak wanita dari berbagai negara berkunjung ke Korea untuk melakukan operasi hidung, mata, hingga memperbesar payudara. Kini, berniat untuk melakukan operasi plastik di Korea, rasanya tak perlu lagi meninggalkan bandara Incheon. Pasalnya, bandara Incheon berencana untuk membuka sebuah pusat operasi plastik.
Mengutip Allure, Jumat (3/11/2017), Bandara Internasional Incheon Korea Selatan akan membuka pusat operasi plastik di terminal transit. Dengan begitu, para penumpang yang tengah menunggu penerbangan selanjutnya dan berkeinginan untuk mengubah salah satu bagian pada tubuh atau wajahnya bisa melakukan hal tersebut di bandara Incheon.
Pusat operasi plastik yang akan berdiri seluas 2.500 meter persegi di bandara Incehon ini merupakan bagian dari wisata medis di Korea Selatan. Ya, seperti diketahui pemerintah Korea Selatan sendiri memang mendukung penuh dalam memajukan industri kecantikan melalui operasi plastik. Bahkan, Korea Selatan memberlakukan pembebasan pajak saat wisatawan ingin melakukan operasi plastik di negaranya.
Namun, yang menjadi masalah, apakah aman melakukan prosedur operasi plastik sebelum melakukan perjalanan? Dilaporkan New Beauty, pihak Korean Association of Plastic Surgeons dan Korean Society of Plastic and Reconstructive Surgeons tidak menyetujui keberadaan pusat operasi plastik di bandara, lantaran menimbulkan kekhawatiran terkait risiko yang akan dialami oleh pasien saat dalam penerbangan.
“Bagaimana bila pasien tidak bisa ikut dalam penerbangan yang telah dijadwalkan karena masalah yang tak diinginkan terjadi setelah prosedur atau tindakan?” ujar salah seorang juru bicara dari Korean Association of Plastic Surgeons dan Korean Society of Plastic.
Hal yang sama juga diutarakan oleh dokter ahli. Bukan tak mungkin pasien akan mengalami masalah yang berujung pada risiko komplikasi. Tentu ini akan sangat berbahaya.
“Perubahan ekstrem pada ketinggian dan hal lain saat penerbangan setelah operasi bisa meningkatkan risiko komplikasi. Apalagi di dalam pesawat bisa menyimpan mikroorganisme sehingga menyebabkan infeksi luka,” ujar ahli dermatologi yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Sejal Shah.
Lebih lanjut, masalah lain yang bisa meningkatkan tekanan darah sehingga memperlambat proses penyembuhan. Akibatnya, hal tersebut berkembang pada pembekuan darah.
Sementara, menruut American Society for Aesthetic Plastic Surgery, pasien perlu menunggu setidaknya 10 hari sebelum melakukan penerbangan pasca prosedur operasi plastik.
(Renny Sundayani)