Anti-mainstrem, Museum Ini Isinya Koleksi 100 Kalung Anjing dari Abad ke-15

Annisa Aprilia, Jurnalis
Selasa 24 Oktober 2017 07:43 WIB
Museum Kalung Anjing (Foto: Atlasobscura)
Share :

MUSEUM biasanya menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Akan tetapi, museum yang satu ini menyimpan benda bersejarah yang tidak biasa.

Bukan prasasti, artefak, atau benda-benda bersejarah warisan nenek moyang dan para pahlawan, tapi sebuah benda yang sama sekali bukan dikenakan untuk manusia, melainkan untuk anjing. Ya, kalung anjing lah disimpan dan dipamerkan di museum ini.

Museum yang bernama Museum Dog Collar ini merupakan sebuah tempat yang khusus untuk memamerkan kalung-kalung anjing yang telah berusia lima abad. Kalung-kalung tersebut berbentuk tidak seperti kalung anjing yang ada seperti di zaman sekarang.

Jika zaman sekarang kalung anjing terbuat dari kain atau kulit, lima abad lalu kalung anjing terbuat dari bahan yang tampak seperti aluminium, tembaga, atau kuningan yang berkilau.

Kalung anjing yang dipamerkan di Museum Dog Collar tersebut ternyata koleksi dari sepasang suami istri yang memelihara anjing. Sepasang suami istri itu ialah John Hunt dan Gertrude.

Mereka telah mengumpulkan lebih dari 100 kalung anjing sejak abad pertengahan Irlandia. Koleksi kalung anjing tersebut juga ada yang berasal dari abad pertengahan khususnya zaman Victoria.

Kalung anjing yang ada dalam museum tampak berbeda dari kalung anjing yang ada pada zaman sekarang, karena pada abad ke 15, 16 dan 17, hutan di Eropa penuh dengan predator yang senang merobek tenggorokan anjing pemburu yang memasuki wilayah mereka. Untuk melindungi anjing, maka pemburu pun menutupi leher anjing mereka dengan kalung yang tebal dan ditutupi duri-duri seperti yang terkadang Anda lihat di zaman sekarang, dikutip dari Atlas Obscura, Selasa (24/10/2017).

Jika Anda berminat untuk mengunjungi museum unik ini, cobalah mengambil arah ke sebelah timur Maidstone dari Junction 8 di jalan raya M20, di tengah antara London dan Pelabuhan Channel. Jalur itu lebih mudah diakses dari semua wilayah di Tenggara Inggris.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya