GUNUNG Ijen terkenal dengan kawahnya yang menakjubkan. Kawah tersebut memiliki pemandangan yang mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya.
Banyuwangi, tempat Gunung Ijen berada, memang telah lama jadi kota dengan objek wisata yang selalu jadi incaran para penjelajah. Salah satu objek alam yang cukup diminati ialah Gunung Ijen dan kawahnya.
Setiap harinya Gunung dan Kawah Ijen selalu ramai oleh kunjungan wisatawan. Bahkan, pada akhir pekan jumlah pengunjung bisa mencapai hingga 2 ribu orang lebih.
Tidaklah heran jika objek wisata Ijen jadi favorit para wisatawan, karena pemandangan alamnya sungguh tiada dua. Para wisatawan yang ingin mendapatkan pemandangan lebih bagus, bisa menunggu datangnya sang fajar atau matahari terbit.
Pasalnya, pemandangan di Gunung Ijen ketika menjelang mentari terbit benar-benar tidak ada tandingannya. Cahaya merah, jingga dan biru membuat formasi di langit dan indahnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Namun, ketika hendak menikmati cahaya matahari terbit, para wisatawan harus mengenakan pakaian tebal dan hangat. Sebab, suhu di Gunung Ijen bisa mencapai 10 hingga 2 derajat celcius.
Selain pemandangan matahari terbit, Anda yang datang ke Gunung Ijen juga jangan sampai melewatkan Kawah Ijen. Kawah yang terbentuk dari proses letusan gunung tersebut merupakan kawah yang ada di tengah kaldera terluas di Pulau Jawa.
Kawah Ijen memiliki pemandangan yang semakin membuat Gunung Ijen sempurna indahnya. Air dalam kawah berwarna hijau kebiruan dan menjadi salah satu kawah paling asam yang PH-nya terbesar di dunia, yaitu 0,5, sama dengan kadar asam aki mobil.
Keindahan Kawah Ijen ternyata tidak hanya cukup pada penampakan air yang berkilauan pada siang hari, tapi kawah yang tingkat keasamannya mendekati nol ini juga memiliki sebuah fenomena yang langka, yaitu blue fire alias api biru.
Bukan api biru kompor gas lho, ya! Tapi blue fire yang ada di Kawah Ijen indahnya hanya bisa dilihat di kawah tersebut saja.
(Baca Juga: Seorang Ibu Harus Kehilangan Puting Payudara, Alasannya Bikin Ngeri!)
Bagi para pendaki dan wisatawan yang datang ke Kawah Ijen dan hendak melihat si api biru bisa menemukannya di tengah-tengah penambangan sulfur dan datanglah pada dini hari hingga menjelang pagi. Pasalnya, blue fire hanya bisa dilihat pada jam-jam tertentu, selambat-lambatnya hingga pukul 5 pagi.
Hebatnya lagi, fenomena si api biru ini hanya ada dua di dunia. Satu di Kawah Ijen dan satunya lagi di Islandia. Indonesia sangat beruntung karena tidak semua negara memiliki fenomena langka api biru.
Api biru yang menyala indah seakan menari-nari mengajak para wisatawan. Warna birunya sangat cantik, menyala menyilaukan pandangan mata dan mengundang decak kagum tiada henti.
(Baca Juga: Wanita Ini Klaim Paling Cantik Sedunia Usai Operasi Plastik, Seperti Apa Penampilannya?)