WOW! Ini Daftar Benda-Benda Bersejarah Tersimpan di Museum Nasional yang Masih Eksis hingga Kini

Annisa Aprilia, Jurnalis
Kamis 12 Oktober 2017 13:23 WIB
Museum Nasional (Foto: Helmi/Okezone)
Share :

MUSEUM Nasional merupakan satu dari museum yang ada di Jakarta, Indonesia. Museum Nasional yang juga sering disebut Munas ini pembangunannya bermula dari berdirinya himpunan yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada 24 April 265 tahun lalu.

Setelah genap menginjak usia lebih dari dua setengah abad, Munas telah banyak dibangun dan mengalami perubahan pada gedungnya. Salahnya ialah adanya gedung B, tempat pengunjung dapat melihat rangkaian cerita yang didasarkan pada kerangka unsur-unsur kebudayaan yang meliputi tujuh buah pokok kebudayaan, oleh Prof Koentjaraningkrat, ketujuh pokok tersebut, yaitu sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi masyarakat, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem matapencaharian hidup, dan sistem teknologi dan peralatan.

Setiap benda yang merupakan hasil dari kebudayaan karya manusia pasti memiliki fungsi dan termasuk dalam salah satu unsur-unsur yang telah disebutkan sebelumnya. Mengutip dari buku panduan Museum Nasional Gedung B, ada beberapa benda yang disimpan oleh Museum Nasional, pernah digunakan zaman dulu dan masih eksis pula di zaman sekarang, Kamis (12/10/2017).

Lumpang

Lumpang adalah salah satu alat yang memiliki banyak fungsi. Alat berupa batu ini dulunya sering digunakan untuk meracik obat-obatan herbal yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, menumbuk bumbu untuk masakan, dan meracik jamu. Daerah yang masyarakatnya menggunakan lumpang pada zaman dulu ialah Punung, Pacitan, Jawa Timur. Lumpang yang mereka gunakan terbuat dari batu andesit, terdiri dari sepasang batu, yaitu lumpang atau wadah yang berbentuk bulay dan alu atau penumbuk.

Kini, lumpang masih digunakan oleh ibu-ibu di pemukiman masyarakat yang masih cukup tradisional seperti pedesaan atau kampung-kampung. Sementara, ibu rumah tangga di perkotaan biasa menggunakan blender untuk menghaluskan bumbu masakannya.

Kentongan

Sebagai alat komunikasi yang zaman dulu digunakan oleh masyarakat Indonesia, kentongan juga masih eksis hingga kini. Namun, kentongan pada zaman sekarang diletakkan hanya di pos-pos ronda. Pada zaman dulu, kentongan biasanya dipukul sebagai pemberi isyarat atau untuk memanggil warga dan bisa juga jadi penanda adanya bahaya. Salah satu kentongan yang ada di Museum Nasional, terbuat dari tanah merah yang berasal dari daerah Madura, Jawa Timur.

Gelas berkaki

Walaupun termasuk benda bersejarah, gelas berkaki yang ada di Munas terbuat dari kristal. Benda yang digunakan untuk menikmati minuman ini merupakan peninggalan dari bangsa Belanda, tepatnya berasal dari abad ke 17 Masehi. Zaman dulu, gelas berkaki digunakan sebagai wadah untuk minum anggur dan minuman beralkohol lainnya. Gelas berkaki yang disimpan dalam Museum Nasional terhias kapal ayar Belanda dan tertulis kalimat Het Oost Ondische Compagnie Welvaren, yang artinya Kesejahteraan Perseroan Hindia Timur.

Piring

Piring pun jadi salah satu benda zaman dulu yang jelas masih digunakan pada zaman sekarang. Salah satu piring bersejarah yang ada di Museum Nasional, ialah piring yang terbuat dari porselen. Pada zamannya, piring ini termasuk dalam perlengkapan makan yang mewah peninggalan Malaka. Mengutip dari buku panduan Museum Nasional, bagian tengah piring terdapat gambar seekor macan dan gajah yang sedang memegang tulisan CJW sedangkan di bawah kaki kedua binatang ini tertulis Mallaca.

Piring ini diberikan oleh penduduk Malaka pada pemimpin Angkatan Laut Belanda bernama Constanijn Johan Wolterbeek, sebab ia telah berhasil merebut kembali Malaka dari Inggris pada 1818.

(Vien Dimyati)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya