MERAWAT organ intim wanita adalah hal penting, hanya saja masih banyak yang salah dalam implementasinya. Ini sederet kesalahan membersihkan Miss V yang wajib Anda tahu.
Merawat Miss V agar tetap bersih itu sangat penting. Namun, masih banyak wanita yang menyepelekan kebersihan organ intim.
Nanti jika akhirnya mengalami infeksi Miss V atau penyakit lainnya baru menyesal. Nah, supaya tidak menyesal di kemudian hari, perhatikan berbagai kesalahan saat membersihkan Miss V berikut ini. Jangan sampai Anda melakukannya, ya.
Kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan Miss V
Supaya Anda bisa merawat Miss V dengan efektif, Anda harus tahu dulu seperti apa ciri-ciri Miss V yang bersih dan sehat. Dirangkum dari situs kesehatan WebMD, Miss V yang sehat memang akan mengeluarkan cairan Miss V alami. Warnanya bisa bening, tapi mungkin juga agak keruh seperti susu. Selama cairannya tidak bau menyengat, hal ini masih wajar.
Bila cairan Miss V menggumpal, bau menyengat, atau berwarna pekat seperti kuning, hijau, dan kecokelatan, bisa jadi Anda mengalami infeksi bakteri atau jamur. Infeksi pada vagina bisa disebabkan oleh cara merawat Miss V yang salah. Untuk mencegah infeksi, hindari enam cara yang keliru saat membersihkan organ intim Anda berikut ini.
1. Malas membersihkan Miss V
Anda harus rutin membersihkan Miss V paling tidak sehari sekali. Kalau Anda malas membersihkan, minyak, keringat, dan bakteri jahat bisa menumpuk terlalu banyak di area ini. Akibatnya, Anda lebih rentan kena infeksi. Oleh karena itu, cuci Miss V Anda dengan air suam-suam kuku, satu atau dua kali sehari.
Namun, bila Anda sedang menstruasi, sebaiknya cuci Miss V Anda hingga dua kali sehari. Hal ini disampaikan oleh seorang spesialis kandungan dan saluran kemih dari University College Hospital, London, yaitu dr. Suzy Elneil.
2. Terlalu sering mencuci Miss V
Kalau jarang membersihkan Miss V bisa meningkatkan risiko infeksi, rupanya terlalu sering mencuci Miss V juga berisiko. Ini karena organ intim Anda sudah punya sistem khusus untuk menjaga keseimbangan bakteri baik dan jahat. Bakteri baik yang ada di area Miss V bertugas untuk mencegah infeksi bakteri jahat, serta infeksi jamur.
Nah, terlalu sering mencuci Miss V akan mengacaukan keseimbangan bakteri baik dan jahat di area Miss V. Bakteri yang baik bisa ikut mati, yang berarti jamur, serta bakteri jahat akan semakin ganas menyerang. Jadi, cuci Miss V Anda secukupnya, yaitu satu atau dua kali sehari.
3. Pakai sabun mandi untuk mencuci Miss V
Sabun mandi Anda tidak dirancang dengan tingkat pH yang sesuai pada area Miss V. Karena itu, pakai sabun mandi untuk mencuci Miss V justru bahaya karena kadar pH di Miss V jadi tidak seimbang. Kadar pH yang seimbang dibutuhkan guna menjaga banyaknya bakteri baik yang berfungsi untuk melawan infeksi.
Jadi, kalau Anda mengalami berbagai gejala infeksi seperti Miss V gatal, bau, atau keputihan, hindari pakai sabun mandi untuk mencuci Miss V dan pastikan hanya membasuh bagian luar organ kewanitaan Anda saja (vulva). Lebih baik gunakan produk antiseptik khusus untuk Miss V yang tingkat pH-nya sudah disesuaikan.
4. Mengeringkan dan membilas Miss V dari belakang
Hati-hati ketika Anda mengeringkan Miss V usai buang air kecil atau mandi. Jangan mengeringkan Miss V dengan menggosok tisu dari arah belakang (bokong) ke depan (Miss V). Arah yang benar yaitu sebaliknya, dari depan ke bokong.
Menurut seorang spesialis penyakit dalam serta kesehatan wanita asal Amerika Serikat, dr. Holly Phillips, mengeringkan atau membilas Miss V dari belakang sama saja dengan memindahkan berbagai kuman dan bakteri jahat dari dubur dan lubang kemih menuju bukaan Miss V. Anda pun jadi rentan mengalami infeksi saluran kencing.
5. Tidak berhati-hati saat mengeringkan Miss V
Selain salah arah, banyak wanita sering terburu-buru ketika mengeringkan Miss V, sehingga terjadi iritasi. Saat mengeringkan Miss V, tepuk dan gosok tisu secara perlahan dari depan ke belakang. Jangan digosok terlalu keras karena organ intim Anda memiliki jaringan-jaringan yang sangat sensitif. Karena itu, gunakan tisu atau handuk yang lembut saat mengeringkan Miss V dan jangan terlalu buru-buru.
6. Miss V tidak dikeringkan sampai tuntas
Meskipun harus pelan-pelan, Miss V tetap wajib dikeringkan sampai tuntas. Kalau Anda tidak mengeringkan Miss V setelah buang air kecil atau mandi, area tersebut akan jadi lembap. Miss V yang lembap akan jadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan kuman, serta bakteri jahat penyebab infeksi. Jadi, biasakan untuk membawa tisu yang halus dan keringkan organ intim Anda sampai tuntas setelah buang air kecil atau mandi. Demikian ditulis situs Hellosehat.
Baca Juga:
Selain Semangka, 8 Buah dan Sayur Ini Baik untuk Penderita Darah Rendah
6 Penyebab Gusi Terasa Gatal dari Ringan sampai Bahaya, Begini Solusinya
Terkenal Fashionable, Putri Diana Ternyata Juga Jago Mendekorasi Ruangan
Kata Pakar Perkawinan, Ini Rahasia Pernikahan Awet Sampai Tua
(Tuty Ocktaviany)