SEMUA barang biasanya tumplek-blek di ruang keluarga. Mentang-mentang fungsi ruangan yang sangat kompleks, banyak orang menjadikan ruang keluarganya seperti toko serba ada.
Jangankan bisa duduk bersandar dan menyilangkan kaki sembari nonton TV, sandaran sofa saja tidak bisa difungsikan karena berhimpitan dengan meja yang ada di belakangnya. Menonton pun terganggu karena terhalang rak buku. Lahannya memang sempit. Ini yang sering dijadikan alasan banyak orang.
Padahal, faktor besar dan kecilnya space tidak menjadi utama. Buktinya, yang punya lahan besar pun sering mengeluhkan hal sama.
Menghadirkan semua fasilitas di ruang keluarga tanpa mempertimbangkan kecukupan ruang dan penyimpanannya membuat ruangan berantakan.
“Ada baiknya singkirkan barang yang dianggap tidak terlalu penting dan taruh barang yang punya fungsi di ruang keluarga,” ungkap desainer interior Rina Renvil. Untuk mengetahui fungsi sentral apa yang ada di keluarga Anda, bisa dilihat dari kebiasaan masing-masing anggota keluarga ketika berada di ruangan ini.
Misalnya, sofa dan TV menjadi barang yang harus ada jika memang menonton TV adalah kegiatan yang selalu Anda lakukan di ruang keluarga. Maka itu, dua perabot inilah yang harus Anda utamakan di ruang keluarga.
“Ruang yang berantakan biasanya terjadi karena tidak tersedianya tempat penyimpanan. Selain terlihat tidak tertata, juga menyulitkan penghuni mencari barang ketika akan menggunakannya. Pilih perabot yang multifungsi agar tidak hanya menampung fungsi utamanya, tetapi juga dapat menampung fungsi lainnya,” papar Rina. Tidak memperhatikan luas ruangan saat membeli dan memesan barang akan menimbulkan masalah pada pengaturan dan peletakan nantinya. Fungsi menjadi pertimbangan utama, tetapi juga yang harus mempertimbangkan estetikanya.
“Sesuaikan ukuran barang dan pilihlah barang yang tidak terlalu banyak memakan tempat (space ) sehingga menyisakan space untuk barang lain,” kata Rina.
Jika ruang yang tersedia cukup terbatas, sebaiknya tidak menggunakan furnitur dengan model “gemuk”. Biasanya furnitur jenis ini adalah furnitur yang dibeli jadi di toko.
“Baiknya gunakan furnitur pesanan (custom) yang besarnya dapat disesuaikan dengan besar ruang keluarga,” ungkap Rina.
Ada aturan untuk menentukan apakah proporsi furnitur di suatu ruang sudah ideal atau tidak, yakni luas total furnitur tidak lebih dari 1/2 luas ruang. Luas total furnitur dihitung dari luas (lebar x panjang) seluruh furnitur yang ada di ruang keluarga, termasuk sofa, meja besar, hingga meja kecil.
(Ade Indra Kusuma)