KABAR duka kembali menerpa ranah hiburan Tanah Air. Pagi ini duka tengah menyelimuti keluarga dari seorang ikon suatu program yang cukup terkenal pada masanya.
Ya, Bang Napi. Sosok pria seram dengan topeng menutup setengah wajahnya tersebut, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya secara mendadak. Kondisi terakhir pria yang memiliki nama lengkap Ari Hendrosaputro itu rupanya langsung menurun drastis.
Penyebab kematian Bang Napi alias Bang Ari tersebut, rupanya sudah lama bersemayam dalam badannya, namun tidak dirasakan. Istri tercinta Bang Ari, Ponti Yestika menuturkan, Bang Ari yang selama ini dikenal sebagai ikon dari program kriminal itu meninggal karena terdapat penyumbatan pembuluh darah akut di areal jantungnya.
Meninggalnya Bang Napi sontak membuat ranah hiburan Indonesia sangat terkejut. Pasalnya, Bang Napi sebelumnya tidak pernah mengeluhkan sakitnya.
Penyumbatan pembuluh darah memang telah lama jadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia. Bahkan, di Indonesia penyakit kardiovaskuler menyumbang angka sebesar 37 persen sebagai penyebab kematian dibandingkan penyakit lainnya, seperti kanker 13 persen, penyakit tidak menular lainnya sebesar 10 persen, cedera 7 persen, dan perinatal serta malnutrisi sebesar 22 persen. Ini artinya penyumbatan pembuluh darah tidak dapat dianggap sepele.
Penyumbatan pembuluh darah bisa terjadi karena adanya penumpukan plak pada saluran pembuluh darah. Plak tersebut mulai menumpuk pada dinding lapisan dalam pembuluh darah sejak umur belasan dan berlangsung selama bertahun-tahun, hingga akhirnya berdampak pada penyumbatan pembuluh darah serta kematian.
“Lapisan dalam dari pembuluh darah mulai menimbun plak sejak umur belasan tahun, bahkan dari penelitian otopsi umur 10 tahun telah memiliki cikal bakal plak berupa sel rusak. Jadi, kita sebaiknya sebagai orangtua mulai memperhatikan asupan makanan anak-anak kita mulai dari usia dini,” ucap Dr. dr. Antonia Anna Lukito, SpJP (K), FIHA FSCAI, FAPSIC, dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu, di kawasan Jakarta.
Oleh karena penimbunan plak yang sudah bisa dimulai sejak umur 10 tahun, maka tidaklah heran Bang Napi bisa tiba-tiba meninggal. Seperti yang dikatakan oleh Ponti Yestika dalam tayangan Go Spot RCTI, Rabu (4/10/2017).
“Kata dokter, dia ada sumbatan di jantungnya. Katanya sudah akut, enggak dirasain ternyata,” ucapnya.
(Renny Sundayani)