BACKPACKER DIARY: Lebih dekat dengan Suku Minoritas Black Hmong, Desa Wisata di Vietnam yang Penduduknya Jago 3 Bahasa Asing

Dada Sathilla, Jurnalis
Rabu 04 Oktober 2017 15:46 WIB
Foto: Dada/Okezone
Share :

ADA berbagai suku minoritas yang tinggal di kota pegunungan Sapa, Vietnam seperti Black Hmong, Red Hmong, Flower Hmong, Red Zao dan Day. Mengunjungi desa dan berinteraksi dengan mereka menjadi wisata utama di Sapa selain alamnya.

Kali ini saya berkesempatan mengenal suku Black Hmong berkat perjalanan ke desa Lao Chai dan Ta Van. 

Ini adalah kunjungan saya yang kedua kalinya ke Sapa. Setelah berkunjung ke desa etnis minoritas Cat Cat, saya memutuskan mengunjungi desa lainnya. Di sepanjang perjalanan melihat desa-desa yang terletak di dasar lembah inilah saya bertemu dengan Su, seorang wanita dari suku minoritas Black Hmong. 

BACA JUGA:

Seperti kebanyakan wanita suku Black Hmong yang saya lihat di Sapa, Su juga memakai pakaian adat yang didominasi warna hitam serta sedikit corak warna - warni. Pakaiannya terdiri dari atasan, rok, dan rompi warna hitam. Juga legging hitam. Ada keranjang yang selalu digendongnya kemana-mana, plus tas kain bermotif yang diselempangkan di bahu. Rambut Su digelung dan dijepit di bagian depan. Ia juga memakai anting bundar besar serta gelang - gelang logam.

Dalam hati saya penasaran apakah suku ini selalu memakai pakaian tradisional sehari-hari atau ini hanya bagian dari atraksi atau sajian kepada turis. Tebakan saya benar, Pakaian ini dipakai hanya untuk menarik turis agar mau membeli barang dagangannya. Di kota Sapa maupun di desa-desa tradisional banyak wanita suku Black Hmong mendekati para turis demi menjajakan dagangan seperti tas kain, dompet dan gelang kain. 

Uniknya hanya perempuan saja yang melakukan pekerjaan ini. Dua kali saya ke Sapa, tak pernah melihat laki-laki suku Black Hmong bekerja menawarkan suvenir. Entah apa yang mereka kerjakan. Tapi untuk urusan jual-menjual, tak cuma wanita dewasa Black Hmong yang giat bekerja tapi juga anak-anaknya, bahkan yang balita sekalipun. 

 

Su yang berusia 35 tahun ini bercerita kalau dia memiliki 4 anak yang bersekolah di desa sekitar. Ia lumayan fasih berbahasa Inggris, lebih jago dari orang Vietnam malah. Bahasa Inggrisnya tak beraksen sehingga lebih mudah memahami ucapan Su. Tak cuma bahasa Inggris, ia juga bisa bahasa Vietnam, Italia dan Perancis. Wow keren banget!

Bahasa Vietnam ia pelajari saat bersekolah sedang bahasa lainnya ia pelajari dari turis dan kursus.

Suku Black Hmong merupakan penduduk asli Sapa sejak saat kota pegunungan ini masih bagian dari Tiongkok, lalu dijajah Perancis hingga sekarang menjadi bagian dari Vietnam. Kabarnya mereka bahkan tak merasa bahwa dirinya juga orang Vietnam. Setelah bercakap-cakap sepanjang perjalanan ke kedua desa tersebut, saya akhirnya bepisah dengan Su dan balik arah ke atas bukit lagi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya