SELAMA ini bunga anyelir menjadi bunga yang paling tidak diharapkan kehadirannya oleh pengantin wanita di pesta pernikahan. Sebagian besar pengantin wanita membenci bunga ini karena alasan yang tidak tepat.
Bunga anyelir begitu diremehkan dan dilupakan. Banyak pengantin punya harapan dan melangkah jauh saat memilih bunga. Lain halnya dengan bunga mawar atau peoni yang didambakan dalam pernikahan dan begitu populer.
Untuk membahas tentang bunga ayelir lebih jauh, salah satu pemilik toko bunga terpopuler di San Farncisco, Farmgirl Flowers, Christina Stembel justru mengungkap fenomena yang akan terjadi dengan bunga anyelir pada 2018 mendatang.
Jawabannya cukup mengejutkan, menurutnya bunga yang selama ini dianggap orang sebagai pilihan bunga ternorak karena bentuk mekarnya yang aneh, ternyata tak bisa diremehkan. Ya bunga yang memiliki warna biru, kuning, dan pink ini bakal berada di puncak kejayaan.
"Kebanyakan pengerajin bunga menyukai bunga anyelir. Bunga anyelir begitu membuat mereka tersanjung. Sebagian jenis bunga ayelir memiliki benang sari yang indah dipandang mata,” kata Christina seperti dilansir Popsugar, Senin (2/10/2017).
Christina bahkan kerap menipu calon pengantin wanita yang mencari bunga. Ia mengecoh dengan menawarkan bunga tersebut dengan nama latin, dianthus.
"Kami punya bunga seperti ini, dianthus, apa kamu suka?' kemudian mereka mengatakan, 'Ya, cantik sekali.' Lalu begitu diberitahu itu adalah bunga anyelir, mereka langsung bilang, ‘Tidak aku benci bunga anyelir’”.
Christina tak mengerti mengapa orang benci bunga anyelir setelah mendengar namanya. Padahal bunga ini mekar dengan elegan. Dia kini sedang mencoba menghilangkan stigma dan mendorong lebih banyak pengantin untuk mempertimbangkan menggunakan bunga anyelir, karena memiliki makna dalam untuk pernikahan.
"Anyelir merupakan bunga terindah dan tahan lama. Bunga ini tahan berada di bawah sinar matahari. Julukan bunga anyelir adalah bunga sepanjang masa. Bunga yang pas untuk menghiasi dekorasi pernikahan, bahkan juga hand bouquet untuk dibawa pengantin melewati altar. Bunga sepanjang masa untuk pernikahan sepanjang masa juga,” ungkapnya.
(Dinno Baskoro)