CAI Tao dan Hu Chun sepasang giant panda dari Tiongkok telah tiba di Indonesia. Bukan tanpa maksud, satwa tersebut di menjadi simbol persahabatan antara negara Indonesia-Tiongkok yang dibangun sejak lama.
Pagi tadi sekira pukul 10.00 WIB, sepasang satwa menggemaskan tersebut mendarat di Soekarno Hatta International Airport. Kedatangannya disambut di oleh jajaran pemerintah, petinggi Taman Safari Indonesia, Duta Besar Tiongkok, petinggi Garuda Indonesia, hingga awak media nasional dan internasional di Terminal Cargo Garuda Indonesia.
Saat dua kandang panda tiba di terminal cargo, antusias para tamu undangan sangat heboh, karena mendapatkan kesempatan yang langka ini. Rupanya sejoli panda dari Kota Chengdu ini diterbangkan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 887 yang diterbangkan oleh Kapten Jatmoko.
Kepala Direktur Kargo Garuda Indonesia Sigit Hartono menceritakan, hewan yang menjadi simbol Tiongkok tersebut menaiki pesawat komersial bersama penumpang yang hendak terbang ke Indonesia. Meski seharusnya penumpang menuju Denpasar, karena ada panda yang diterbangkan dengan pesawat sama, mereka rela 'mengantarkan' panda ke tempat tinggalnya yang baru, yakni di Indonesia.
"Penumpang kami sangat happy ikut ke Jakarta, sekaligus melepas panda kesayangan mereka. Kami juga berikan feature yang menarik dalam pesawat bertema panda," ujarnya saat memberikan sambutan di Terminal Cargo, Tangerang, Kamis (28/9/2017).
Panda tersebut melakukan penerbangan yang istimewa, yakni melewati jalur re-routing yang seharusnya pesawat tersebut langsung mendarat di Denpasar dari Kota Chengdu, China. Waktu tempuh yang dicapai untuk tiba di Jakarta yakni sekira 5 jam.
"Kini panda sudah tiba selamat dengan penerbangan yang aman dan nyaman," tambahnya.
Pada kesempatan sama, Direktur Taman Safari Indonesia Cisarua Yansen Manansang sangat menyambut kedatangan sejoli panda ini. Dia dipercaya oleh Negeri Tiongkok untuk memelihara dan mendapatkan peminjaman pengembangbiakkan (breeding loan) panda secara langsung.
Yansen mengatakan, Indonesia merupakan negara ke-16 yang dipercaya sebagai habitat baru panda oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Tidak mudah memang untuk mendapatkan kepercayaan ini, karena habitat asli panda dengan kondisi di Indonesia sangat berbeda.
"Lima tahun lalu, Presiden Tiongkok mengizinkan kami untuk melakukan breeding loan sepasang panda dari ribuan negara di dunia. Kami dipercaya sebagai konservasi ex situ satwa panda jenis ailuropoda melanoleuca," ucap Yansen.
Saat pertama pada tiba di Indonesia, tidak langsung diletakkan di Taman Safari Indonesia. Panda tersebut akan melewati proses karantina terlebih dulu dan menyesuaikan habitat barunya.
Diperkirakan, panda ini bisa disaksikan oleh penduduk Indonesia akhir tahun ini. Ada biaya tambahan jika Anda ingin menyaksikan sejoli panda gemas itu nantinya.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Siti Nurbaya Bakar menjelaskan singkat bagaimana asal usul sejoli panda ini bisa tiba di Indonesia pada Kamis, 28 September 2017. Dua panda ini usianya 7 tahun, namanya Cai Tao (jantan) artinya porselen indah atau diibaratkan dengan pemuda tampan dan Hu Chun (betina) artinya danau musim semi yang identik dengan pemandangan cantik.
"Indonesia akan melakukan konservasi breeding loan panda. Musim suburnya panda ini setahun dua hari. Mereka kalau sudah kawin, anaknya nanti kami kembalikan ke China untuk kawin dengan gen lain," ujar Menteri Siti.
Menteri Siti menambahkan, untuk mendatangkan sejoli pada seberat 128 kg dan 113 kg ini syaratnya sangat ketat. Standarnya lumayan tinggi, apalagi mengingat cuaca di Indonesia tergolong tropis, sehingga menjadi tantangan bagi panda untuk hidup seperti di habitat aslinya yang sangat dingin.
"Syaratnya ketat dan standarnya tinggi. Panda ini hidup di tempat yang berbeda. Makanannya 99% bambu, jadi butuh lahan berhektar-hektar untuk menanam bambu. Dari segi kesehatannya, panda ini juga harus dipantau. Juga membuat tempat tinggalnya yang harus mirip," bebernya.
Namun demikian, Menteri Siti tetap berusaha dapat meloloskan perjanjian dengan pemerintah Tiongkok supaya dapat memelihara panda tersebut. Tentu keuntungannya juga membuat penduduk Indonesia tak perlu jauh-jauh lagi melihat satwa panda di Tiongkok.
Dia berharap, dengan kedatangan panda ini diharapkan hubungan persahabatan Indonesia-Tiongkok semakin mantap dibangun. Indonesia berjanji melakukan konservasi panda dengan syarat yang telah dibuat.
"Kerja sama antar negara itu penting agar makin eratnya hubungan diplomatik. Rakyat Indonesia juga bisa bahagia menyambut kedatangan panda, terutama bagi anak-anak," tutur Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng, mengakhiri sambutan.