DI kalangan traveler mancanegara, Jepang memiliki reputasi yang cukup baik dalam mengadakan beberapa festival. Pasalnya, festival yang banyak diselenggarakan di Jepang cenderung terkesan aneh dan paling berbahaya di dunia, namun terselenggara paling semarak.
Sebagian festival berbahaya dan aneh yang ada di Jepang diselenggarakan oleh berbagai kuil Buddha dan tempat suci Shinto yang biasa memberikan berkah pada peserta festival. Dari terselenggaranya festival, para peserta akan menerima berkah, manfaat dan dianggap berbakti pada leluhur.
Di dua kota kecil yang dihuni sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan, yaitu Furubira dan Shakotan Jepang, ada sebuah festival berbahaya yang masih dilakukan penduduknya. Festival yang dapat jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung di Jepang tersebut, jika diperhatikan dengan seksama mirip dengan salah satu atraksi yang ada di Indonesia dan memiliki risiko bahaya yang sama.
Baca Juga: Diminta Datang ke Cat Heaven Island Secara Khusus, Akankah Ed Sheeran Mengunjunginya?
Ya, Festival Tengu namanya. Festival ini merupakan debus ala Jepang yang memainkan api secara dramatis tiap tahunnya dan biasa diselenggarakan oleh kuil Shinto setempat. Selama festival berlangsung, seorang peserta yang merupakan warga lokal akan mengenakan kostum tengu yang rumit dan salah satu mereka memimpin acara tersebut.
Festival tengu biasanya akan berlangsung hingga malam dengan serangkaian acara yang berjalan dramatis. Jika di mata pelancong tengu hanyalah sebatas festival yang melibatkan api, tidak pada anggapan warga setempat yang menganggap tengu luar biasa, karena merupakan makhluk mitologis Jepang.
Di zaman modern ini, festival tengu menghadirkan makhluk tersebut dengan menggambarkan sosok humanoid berwajah merah, berhidung panjang yang menonjol, berambut panjang dan berkumis serta berjenggot yang juga panjang berwarna putih. Makhluk ini berjalan dengan menggunakan sandal jepit bakiyak kayu khas Jepang yang tinggi sambil membawa sebuah tongkat panjang.
Baca Juga: Oktoberfest Resmi Dimulai! Yuk Lihat Keseruan Ribuan Turis yang Hadir di Jerman
Melansir dari laman blog God Knows What, Rabu (20/9/2017), makhluk merah ini nantinya akan berjalan di atas api yang berkobar. Namun, bukan hanya dirinya saja yang harus berjalan di atas kobaran api, tapi juga ada sejumlah kelompok yang terdiri dari 20 orang lokal membawa kayu berat dari kuil suci untuk melalui api.
(Vien Dimyati)