TANPA disadari gadget bisa membuat hubungan antara ayah, ibu, dan anak jadi jauh. Anak asyik sendiri main video game, ibu aktif di media sosial, sementara ayah sibuk dengan grup chat kantor.
Jika situasi seperti itu mewakili gambaran keluarga Anda, mulailah mengubahnya. Jangan biarkan kecanggihan teknologi merusak momen-momen kebersamaan dengan keluarga yang tak terulang lagi dan tergantikan.
Baca Juga:
Seperti dilansir dari Parents, Selasa (12/9/2017), menghabiskan waktu bebas teknologi bersama keluarga lebih penting daripada apapun. Ketika keluarga mengalami kerusakan parah (seperti yang bakal dialami semua keluarga) - misalnya, salah satu dari Anda kehilangan pekerjaan, nenek sakit, atau anak berjuang di sekolah atau dengan teman-tema, maka sudah terbangun ikatan yang kuat.
"Kenangan yang Anda buat bersama akan menopang, memberdayakan, dan mendorong anak-anak mencintai keluarganya," kata Sandra Hassink, M.D., mantan presiden American Academy of Pediatrics.
Jangan pernah berharap jika kedekatan bersama keluarga akan tercipta begitu saja. Sebab, untuk menciptakan kedekatan diperlukan usaha. Berikut usaha-usaha yang bisa dilakukan untuk membangun kedekatan hubungan bersama keluarga.
Main tebak-tebakan
Lakukan di meja makan bersama, mulailah bergiliran membuat tebak-tebakan. Setiap orang harus menebak mana yang tidak benar. Anak-anak akan menganggap permaianan ini menyenangkan dan lucu sehingga mereka ketagihan. "Ketika anak-anak Anda tertawa, itu melepaskan hormon yang membuat mereka merasa rileks dan bahagia," kata penasihat Parents Jenn Mann, Psy.D., penulis buku The A to Z Guide to Raising Happy, Confident Kids.
Belai anak-anak setiap ada kesempatan
Menurut pengakuan seorang ibu yang mengadopsi anak perempuan, ketika dia berkunjung selama empat pekan ke panti asuhan kemudiam membelai anak-anak itu maka terciptalah ikatan emosional. "Dia melihat bagaimana saya terus-menerus menepuk kaki dan bahunya dengan tangan saya. Dari situlah ikatan emosional terbangun, hingga saya akhirnya mengadopsi anak itu,” kata Debra.
Liburan mendadak
“Saya tidak akan pernah melupakan hari dimana ayah saya harus mengantar kakak ke sekolah minggu. Sepulangnya dari sana kami mendadak main ke pantai. Kenangan itu tak akan terlupakan,” kata Ed seorang penulis di Parents.
Baca Juga:
(Ade Indra Kusuma)