MENIKAH dengan orang asing bukan hal aneh lagi. Bahkan, bisa dikatakan impian beberapa orang. Salah satu alasannya adalah agar budaya yang dimiliki bisa semakin banyak. Perbedaan kultur dan tentunya kewarganegaraan tapinya bisa menjadi batu sandungan bagi yang ingin memiliki kekasih hati orang asing.
Makanya, dengan mengetahui adanya masalah penyesuaian diri dan juga keterbatasan pengetahuan mengenai bangsa asing, di Thailand pemerintahnya membuka kursus menikah dengan bule. Terdengar kocak? Tidak jika mengetahui apa saja yang mereka pelajari.
BACA JUGA:
Seperti dilansir dari Huffington Post, Jumat (8/9/2017) menikah dengan warga asing adalah keputusan yang besar. Sebab, Anda harus berani untuk meninggalkan Tanah Air jika pasangan mengharuskan ikut dengannya. Masalahnya tidak sampai di sana. Percekcokan dua bahasa siapa yang bisa mengakhiri jika memang Anda tidak paham betul bahasa yang dipakai pasangan Anda. Belum lagi masalah yang lebih serius, seperti upaya penipuan atau bahkan perdagangan orang.
Masalah-masalah itu bukan tidak mungkin. Apalagi jika Anda tidak bisa mengenali dengan betul latar belakang pasangan Anda. Makanya, alasan itu juga yang membuat Pemerintah Thailand membuka kursus menikah dengan bule. Eits! Ini khusus perempuan, ya.
Perlu Anda ketahui sebelumnya, di Thailand ternyata cukup banyak perempuan yang menikah dengan bule. Ya, salah satu alasannya adalah masalah ekonomi. Menurut data pemerintah setempat pada 2004, sebanyak 15.000 perempuan Thailand dari salah satu daerah termiskin di sana, Isan, telah menikah dengan pria asing. Mereka pun tercatat mengirim uang dengan total 122 juta baht atau Rp49 miliar kepada keluarga di Thailand.
"Kursus kami akan mengajarkan pada perempuan bagaimana membimbing diri mereka sendiri, mengenai hukum di negara tujuan mereka, dan bagaimana menyiapkan diri sebelum pergi. Ini untuk mengurangi risiko terjadinya penipuan atau menjadi korban perdagangan manusia," ungkap staff senior kementrian Patcharee Arayakul kepada Huffington Post, Jumat (8/9/2017).
BACA JUGA:
Patcharee melanjutkan, di dalam kursus ini, pihaknya mengajarkan mengenai hak hukum, bagaimana mencari bantuan dari pihak berwajib Thailand terkait, dan juga mengenai syok kultur. Materi tersebut juga diharapkan mampu meminimalisir risiko terburuk. Lagipula, dengan mengenali semua ini, baik juga untuk wawasan di perempuan.
Salah seorang warga Thailand yang melakukan perkawinan campur Ploynisa Duangdararungrueng menyatakan, keberadaan kursus menikah dengan bule ini sangat berguna bagi mereka. Terutama agar para perempuan mengetahui aspek-aspek hukum di negara tujuan.
"Gadis Thailand, terutama mereka yang berasal dari daerah selatan, adalah orang yang berbicaranya lembut dan penurut. Mereka harus belajar menghargai diri sendiri dan budaya mereka," kata Ploynisa yang bekerja sebagai manajer tempat spa yang ditikahi orang Jerman.
Dia melanjutkan, menjalani kehidupan dengan pria asing itu tidak mudah, tapi tetap menyenangkan. “Hidup di Negara Barat seperti dongeng, tapi realitanya bisa terasa sangat mengisolasi Anda sendiri. Masalah pindah rumah saja bisa jadi hal besar yang memerlukan banyak waktu. Jika pria Barat tidak mengerti dinamika keluarga, ini bisa menyebabkan banyak masalah," tambahnya.