Waspada! Operasi Pembesaran Payudara Sudah Makan Korban Jiwa

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 05 September 2017 09:59 WIB
Share :

SEORANG perempuan di Australia, Jean Huang, meninggal dunia setelah menjalani operasi pembesaran payudara yang diduga dilakukan oleh seorang turis asal Cina. Turis itu, Jie Shao kini dijerat dengan pasal pidana.

Jean Huang mengalami serangan jantung usai menjalani operasi pembesaran payudara di klinik kecantikan di Sydney. Pengadilan menyatakan Shao baru berada di Australia selama beberapa hari dengan menggunakan visa turis sebelum peristiwa itu terjadi.

Huang, 35 tahun, dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis usai menjalani prosedur operasi pada Rabu 30 Agustus. Polisi New South Wales lalu mengkonfirmasi kematiannya pada Jumat 1 September.

(Baca Juga: 4 Hal Perlu Diketahui Wanita Sebelum Operasi Pembesaran Payudara)

Dokumen pengadilan menyebut bahwa Shao (33), menyuntikkan jenis obat bius lidocaine, dan juga 'zat beracun' yang diidentifikasi sebagai tramadol, ke dada Huang di klinik kecantikan Medi Beauty.

Dokter 'tanpa lisensi'

Menurut media Australia, pengacara Shao, Mary Underwood mengatakan bahwa kliennya adalah lulusan universitas dan seorang spesialis di bidang dermatologi, serta berpraktik di Inggris dan China. Permohonan bebas dengan jaminan yang diajukannya ditolak dalam sidang pada Kamis lalu. Polisi mengatakan setelah kematian Huang itu mereka mempertimbangkan tuntutan hukum lebih lanjut terhadap Shao.

(Baca Juga: Baru Berusia 7 Tahun, Payudara Juliet Berukuran Jumbo, Nih Fotonya)

Menurut laman The Medi Beauty mereka memiliki empat cabang, satu di Sydney dan tiga di Melbourne. The Medi Beauty menyebut diri mereka sebagai "layanan kecantikan mutakhir berdasarkan teknologi medis terbaru".

(Baca Juga: Punya Payudara Besar, Wanita ini Jalani Operasi Pengurangan Payudara)

Laman Facebook mereka menunjukkan cabang di Sydney yang baru dibuka pada bulan Mei, di Central Park Mall di kawasan sibuk Broadway di Sydney.

Komisi Pengaduan Perawatan Kesehatan Australia (HCCC) mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka "juga mengkaji pengaduan tentang adanya seorang dokter nirlisensi yang bekerja di klinik itu"

Profesor Mark Ashton, presiden Asosiasi Bedah Plastik Australia mengatakan, "Kami tidak akan henti-hentinya menekankan tentang pentingnya menyadari risiko serta melakukan penelitian terlebih dahulu terhadap kualifikasi para praktisi bedah dan fasilitas tempat berlangsungnya tindakan operasi."

(Baca Juga: Payudara Wanita Tidak Simetris, Penyebabnya Tidak Hanya Menyusui Lho)
(Baca Juga: Payudara Wanita Tidak Simetris, Penyebabnya Tidak Hanya Menyusui Lho)

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya