SAMPAH botol plastik merupakan salah satu akar pencemaran polusi yang membuat lingkungan rusak. Namun, seorang expatriat Kanada bernama Robert Bezeau membuat sampah tersebut menjadi sebuah kastil, penasaran? Yuk simak ulasannya.
Saat ini sampah plastik botol begitu mencemari lingkungan merusakan keindahan pantai dan bawah laut. Tak terhitung berapa banyak biota laut seperti penyu mati karena memakan banyak plastik.
Kerusakan yang disebabkan plastik juga sudah banyak diangkat di dunia bahkan beberapanya didokumentasikan ke dalam sebuah film dan gambar.
Angkanya sangat besar, dan setiap menit ada saja sampah plastik di dunia. Bahkan, diyakini peningkatan sampah akan mencapai triliunan di akhir tahun 2021.
Berdasarkan laporan dari Ellen Mac Arthur Foundation, rasio sampah dan ikan di samudera akan berjumlah menjadi satu kilogram per satu kilogram ikan di lautan.
Foto: thenational
"Setidaknya delapan juta ton plastik ditemukan di samudera setiap tahunnya yang setara dengan delapan juta ton plastik bocor ke laut setiap tahunnya - yang setara dengan membuang satu truk sampah ke laut per menit. Jika tidak ada tindakan yang diambil, ini akan meningkat menjadi dua per menit pada tahun 2030 dan empat per menit pada tahun 2050, "kata laporan MacArthur pada bulan Januari 2016, berjudul" Ekonomi Plastik Baru, Memikirkan Kembali Masa Depan Plastik"
Upaya untuk mendaur ulang sampah plastik diangkat beberapa tahun terakhir adalah tugas yang monumental. Namun, masih belum tercukupi untuk membuat alam ini indah kembali.
Sadar akan situasi ini, Robert begitu tersentuh untuk membuat cara berbeda agar sampah botol plastik digunakan dengan baik. Ia membuat desa botol plastik di mana Anda akan menemukan beragam jenis rumah yang terbentuk dari plastik-plastik sampah di Panama.
"Saya sedang mencari sebuah negara tanpa musim dingin, karena saya telah menghabiskan hidup saya di Montreal, Kanada. Saya pertama kali tiba di ibu kota, Panama City, tapi setelah 18 bulan saya menemukan Bocas del Toro, dengan pulau-pulau paradisiacal dan samudera yang jernih, " ujarnya sebagaimana dilansir dari Thenational, Kamis (24/8/2017).
Dengan idenya membuat desa, kini ia berhasil membuat kastil dari botol plastik bentuknya sangat megah dan kokoh. Uniknya lagi, warna-warni dari tembok kastil ini membuat bangunan tersebut terlihat megah.
Dalam membangun kastil, ia menggunakan 40.000 botol plastik. Dalam membangunnya, ia juga menggunakan beragam alat material lainnya, seperti batu, semen, besi dan batu bata merah untuk membuat fondasi yang kokoh.