NAMA dari desainer busana Muslim, Anniesa Hasibuan dulu bisa dibilang hanya akrab di telinga para pecinta dan penikmat dunia mode, khususnya modest wear Indonesia.
Namun, sekarang sayangnya kepopuleran Anniesa harus bersifat negatif semenjak ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan ribuan calon jamaah umrah dari agen biro perjalanan miliknya, First Travel.
Baca Juga: Putri Johnny Depp Rela Topless demi Tekuni Karier di Dunia Fesyen
Akan tetapi, sejatinya sebelum kasus tindak penipuan ini terungkap dan menjadi sorotan banyak pihak. Nama dan status Anniesa Hasibuan sendiri di dunia industri mode Tanah Air memang sedang meroket tajam. Hal ini dikarenakan, dua tahun berturut-turut pada September 2016 dan Februari 2017, dirinya berhasil tampil sebagai desainer Indonesia yang pentas di perhelatan mode ternama dunia, New York Fashion Week.
Lalu, sebetulnya seperti apa sih perjalanan karier seorang Anniesa Hasibuan di salah satu pentas mode dunia? Dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (23/8/2017) berikut ulasan singkatnya.
Baca Juga: Keren! Giliran Kylie Jenner yang Pakai Tiara Rancangan Rinaldy Yunardi
Seperti diketahui, Anniesa terlahir dengan nama lengkap, Anniesa Desvitasari Hasibuan pada 30 Juli 1986 dari pasangan Atiek Suryani dan Azwidarsyah Hasibuan. Sedari kecil ia disebutkan sudah hobi menggambar, di mana hobi menggambarnya tersebut menurut Anniesa adalah sesuatu yang bisa membuat dirinya tenang.
Singkat cerita, akhirnya hobi menggambarnya dan kesukaannya merancang busana untuk teman-teman dekatnya tersebut, dijadikan bidang pekerjaan profesional. Sepak terjang Anniesa sebagai seorang desainer alias perancang busana Muslim di Tanah Air, tampaknya bisa dibilang memang melejit dalam waktu yang cukup singkat. Sebelum mendapat sorotan karena tampil di Pekan Mode New York, diketahui Anniesa menghelat debut fashion show mancanegara nya sekitar 2 tahun lalu, pada ajang Kaftan Festival di London. Selain London, ia juga diketahui pernah memamerkan koleksinya dalam ajang Istanbul Modest Fashion Week, Cannes Fashion, dan Global Short Film Awards Gala.
Desain koleksi rancangan Anniesa, dengan menampilkan padu-padan outfit seperti setelan suit, gaun mewah, kimono hingga tunik dengan material bahan sutra dan permainan pattern, Anniesa menghadirkan gaya busana Muslim ber-cutting menarik dan edgy, penggunaan bahan material yang premium seperti batu-batu mutiara, payet-payet, renda, dan banyak aksen ornamen lainnya menjadikan desain rancangan Anniesa hadir dengan karya aura kemewahan dan glamor nan elegan yang khas bak tampilan putri-putri raja di negeri dongeng menjadi signature atau ciri dari koleksi rancangan Anniesa.
Dalam beberapa tema koleksinya terakhir seperti, Sasikirana, PearlAsia, Cleorora, D’Jakarta, Cosmoflo dan Royal Paradise, Anniesa mencoba menghadirkan nilai-nilai warisan budaya tradisional khas Indonesia ke mata dunia dengan harapan ia bisa memperlihatkan desain rancangan seorang desainer Indonesia dengan cakupan pasar masyarakat dunia yang lebih luas lagi.
Seperti disebutkan Elle, sebelum bergabung untuk New York Fashion Week Spring/ Summer pada September 2016 lalu, Anniesa terlebih dahulu menjajakan kaki pada perhelatan New York Couture Week pada 2015 dan 2016 lalu berlanjut pada penampilannya memamerkan kurang lebih 48 buah koleksi rancangan yang disebutkan mendapatkan respon sangat meriah dari para penonton pada pagelaran busana New York Fashion Week Spring/ Summer pada September 2016 lalu.
Kemudian sebagaimana diwarta situs resmi New York Fashion Week, bahkan Anniesa diketahui baru mendapatkan penghargaan bergengsi sebagai The Most Intricate , Artistic and Creative Couture Fashion Collection pada ajang GSF Awards Cannes Gala
Bahkan, karena dinilai berhasil menampilkan nilai lebih dari busana Muslim serta hijab di dunia mode internasional. Situs majalah mode kenamaan dunia, Vogue kala itu juga tidak mau kelewatan untuk mengulas penampilan gemilang Anniesa kala itu.
Namun sayangnya, sekarang karena tersandung kasus penipuan besar "First Travel" yang sekarang kasusnya masih terus bergulir. Nama Anniesa kembali menjadi sorotan nasional namun dengan imej negatif dan bukan lagi muncul karena membawa prestasi membanggakan untuk dunia industri mode Indonesia.