Kuil di Jepang Penuh Dekorasi Payudara, Pengunjung Dilarang Mikir Mesum!

Annisa Aprilia, Jurnalis
Senin 21 Agustus 2017 08:14 WIB
Kuil Jison In (Foto: Amusing Planet)
Share :

JALAN-jalan ke Negeri Sakura tanpa mampir ke kuil pasti tak lengkap. Dari sekian banyak kuil yang ada, ternyata ada satu kuil yang cukup unik, yakni kuil untuk memuja payudara.

Kuil ini berada di kaki Gunung Koya, di sebuah desa kecil Kudoyama, Prefektur Wakayama.

Para wisatawan khususnya mancanegara yang baru kali pertama menyambangi kuil Jison In, pastinya terkejut, sebab dekorasi payudara pada kuil ini memang dibuat untuk memberikan penghormatan bagi payudara wanita.

Dekorasi-dekorasi payudara ini sebagian besar terbuat dari kain busa dengan manik-manik untuk mencirikan putingnya. Dekorasi payudara tersebut diletakkan menggantung di setiap sudut kompleks kuil. Tidak hanya itu, dekorasi payudara lainnya juga ada yang terbuat dari balok kayu yang terukir dan ada pula yang berupa lukisan pada plakat kayu.

Baca Juga: Harus Jadi "Superhero" Kalau Mau Duduk di Dekat Pintu Darurat Pesawat

Awal kisah Kuil Jison In saat seorang dokter datang untuk beribadah dan berdoa untuk pasiennya yang sedang menjalani perawatan kanker payudara. Kemudian dokter tersebut bertanya pada staf kuil untuk menempatkan dekorasi payudara sebagai simbol agar pasiennya sembuh. Kemudian, seiring bergulirnya waktu dan kabar pun menyebar cepat, orang-orag dari penjuru negeri pun datang untuk berdoa, agar semua jenis masalah kesehatan yang dapat membahayakan keselamatan ibu, anak perempuan, istri dan saudara perempuan mereka dijauhkan.

Jison In didirikan di kaki gunung seakan berfungsi sebagai gerbang menuju Gunung Koya yang dianggap sakral bagi masyarakat setempat. Legenda mengatakan, Kuil Jison In dibangun oleh seorang tokoh agama yang paling disegani pada masanya, yaitu Kobo Daishi. Ia membangun kuil sakral tersebut pada awal abad ke-9, selain dikenal sebagai salah satu tokoh agama yang paling penting di Jepang, Kobo Daishi juga merupakan seorang pendiri Buddhisme Shingon.

(Baca Juga: Pekerjaan Teraneh di Dunia, Salah Satunya Mendorong Penumpang Masuk ke Kereta)

Suatu ketika, ibu dari Kobo Daishi datang berkunjung untuk melihat kompleks yang ada dibangun oleh anaknya di Gunung Koya. Ibunya tinggal di Kuil Jison In pada saat itu karena perempuan tidak diperkenankan unTuk memasuki Koyasan. Akhirnya, Kobo Daishi harus turun dari gunung sebanyak sembilan kali dalam sebulan untuk melihat ibunya, maka dari situ lah Desa Kudoyama dinamakan yang artinya sembilan kali gunung, dikutip dari Amusing Planet, Senin (21/8/2017).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya