Presenter TV dr Ryan Thamrin dikabarkan meninggal dunia akibat kanker otak. Bagaimana penyakit ini dapat menggerogoti tubuh manusia yang begitu berbahaya ya?
Dilansir Livescience, Minggu (6/8/2017), kanker otak didefinisikan sebagai sel kanker yang menyerang di otak. Tapi penyebaran awalnya sel kanker tak langsung menggerogoti otak, tetapi diawali dengan benjolan tumor. Perlu Anda tahu, kanker otak bisa mengubah perilaku seseorang dan bisa sangat mematikan. Tetapi penyakit ini sangat jarang dialami oleh seseorang.
American Cancer Society menyebutkan, kemungkinan pengembangan tumor ganas di otak atau sumsum tulang belakang kurang dari 1%. Artinya 1 dari 140 pria dan 1 dari 180 wanita mungkin terkena penyakit ini.
(Baca Juga: Maag Akut dan Benjolan di Kepala, Penyebab Meninggalnya Dr OZ Ryan Thamrin?)
Kanker otak disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal pada jaringan otak. Astrocytomas anaplastik dan glioblastoma membentuk sekitar sepertiga tumor otak pada orang dewasa, dan astrocytomas adalah tipe tumor otak yang paling umum dialami seseorang.
Jenis kanker otak dibedakan dengan stadium I hingga stadium IV. Gejalamya juga sangat beragam. Gejala yang paling umum dialami yakni sakit kepala di awal, kejang, lemah, mati rasa dan perubahan perilaku.
Dr Andrew E Sloan, Direktur di Brain Tumor & Neuro-Oncology Center dari Ohio Amerika Serikat mengatakan, gejala yang sangat mudah dikenali yakni. Sakit kepala yang tak berujung sembuh.
"Sakit kepala adalah tanda bahwa tumor tersebut memberi tekanan pada otak normal dan meningkatkan tekanan intrakranial," kata Dr Andrew.
Setiap pasien harus mengenalinya supaya tak memicu kematian. Belum lagi ditambah dengan gejala penyakit penyerta yang membuat pasien semakin lemah.
(Baca Juga: Dr OZ Ryan Thamrin Meninggal, Mantan Rekan Kerja: ''We Will Miss You Dok'')
"Tumor di daerah otak parietal kanan (di atas dan di belakang telinga kanan) dapat menyebabkan apa yang dikenal sebagai apraxia," kata Dr Michael Schulder, Spesialis Bedah Saraf dari Ohio.
Agar tak menyebabkan kematian, pasien harus menjalani operasi pengangkatan tumor. Jika tidak, dalam waktu satu tahun pasien dapat meninggal dunia. Hal ini dapatlah dicegah. Setiap mendapatkan diagnosa dokter, seharusnya pasien mengikuti sarannya.
Karena penyebaran sel kanker dan sel tumor di bagian otak bisa menjadi ganas. Apalagi kalau pasien tak menjalani gaya hidup sehat.
(Baca Juga: Mulai dari Cover Boy sampai Dokter Spesialis Anti-Aging, Ini Perjalanan Hidup si Dr Oz Indonesia, Ryan Thamrin)
(Renny Sundayani)