Curhatan Seorang Ibu Cantik, Pantang Menyerah Merawat Bayi yang Rewel dan Susah Tidur

Tiara Putri, Jurnalis
Kamis 03 Agustus 2017 05:12 WIB
Leah Williams dan buah hati (Foto: Dailymail)
Share :

PENGALAMAN menjadi ibu baru tentunya berbeda-beda pada setiap perempuan. Kebanyakan perempuan mengalami mood yang naik turun di tahun pertama mereka menjadi ibu. Hal yang sama dirasakan oleh Leah Williams.

Perempuan berusia 31 tahun yang berasal dari Sydney itu baru-baru ini membagikan cerita pengalamannya sebagai seorang ibu baru melalui sebuah blog. Leah menceritakan perjuangannya mengasuh Eva, putri pertamanya. Saat usia Eva memasuki 12 minggu, bayi itu menangis tanpa henti, rewel, dan sulit untuk tidur. (Baca Juga: Belum Sarapan? Jangan Minum Teh Hijau di Pagi Hari, Bikin Perut Mulas!)

Leah mengklaim sebelum Eva lahir dia sudah benar-benar siap untuk mengasuh anaknya. “Saya adalah seorang penyelenggara, perencana, peneliti, dan sedikit lebih mengontrol. Saya sudah memiliki rencana kelahiran dan tempat duduk anak saya di mobil. Saya sudah membaca semua buku tentang bayi. Namun ternyata, ada yang berbeda,” tutur Leah seperti yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (3/8/2017).

(Foto: Dailymail)

Leah tahu bahwa dia akan memiliki kesulitan untuk tidur mulai pukul 6 sore hingga 12 malam saat bayinya baru lahir. Kenyataannya Leah harus bertahan selama 23 jam untuk tidak tidur. Kondisi itu berjalan selama 4 hari berturut-turut. Leah sadar itu adalah kondisi yang tidak baik sehingga dia meminta bantuan konsultan tidur. (Baca Juga: Kenapa Ya Sudah Sarapan tapi Perut Masih Lapar?)

“Sebelumnya saya telah menghitung waktu tidur. Saya tahu bahwa bayi akan bangun pada malam hari dan tidak suka disentuh. Tapi apa yang saya alami ternyata berbeda. Bayi saya membutuhkan lebih banyak perhatian, lebih banyak waktu, lebih banyak hiburan, dan sebagainya,” tutur Leah. Eva cenderung menjadi bayi yang tidak puas, hiperaktif, menguras tenaga, banyak menuntut, sering bangun, dan tidak dapat diprediksi. (Baca Juga: Sarapan Hanya Makan Pisang, Sehat atau Tidak?)

“Lima bulan pertama saya merasa semuanya berantakan. Saya benar-benar merasa melakukannya sendiri. Tidak ada orang lain yang bisa mengerti keadaan yang saya alami. Terlebih ketika melihat bayi orang lain bisa tertawa dan tersenyum dengan senang sedangkan anak saya tidak. Saya menangis hampir seharian melihat kondisi ini,” tandas Leah.

(Foto: Dailymail)

Di titik ini Leah mulai berkonsultasi ke seorang dokter keluarga untuk mengetahui apakah ada yang salah dari caranya. Setelah berkonsultasi dengan dokter, Leah mulai mengatur strategi sederhana. Dia mulai memesan bahan makanan secara online dan memiliki asisten rumah tangga. Setelah melakukan itu, Leah melihat perubahan besar dalam perilaku dan mood Eva. (Baca Juga: Jangan Khawatir, Sarapan Telur Setiap Hari Enggak Bikin Gemuk!)

“Rasanya seperti sebuah saklar yang disentuh. Tiba-tiba saja Eva menjadi tidak begitu rewel dan lebih bahagia. Walaupun saya masih memiliki hari-hari yang sulit dan perhatian saya tercurah sepenuhnya ke Eva, tapi saya berusaha untuk menerima dan melanjutkan strategi yang saya susun. Saya berpesan pada orangtua yang juga memiliki anak-anak berkebutuhan tinggi untuk tetap bertahan dan temukan cara untuk mengatasi anak mereka. Berpergian dua kali sehari mungkin akan membantu,” pungkas Leah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya