Rajin Cuci Tangan & Tidak Berbagi Barang Pribadi, Cara Ampuh agar Tidak Tertular Hepatitis

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis
Jum'at 28 Juli 2017 10:06 WIB
Ilustrasi (Foto: Everydayhealth)
Share :

PENYAKIT hepatitis menjadi salah satu masalah kesehatan yang dialami masyarakat di negara berkembang, termasuk Indonesia. Dituturkan dokter Olivia Ekaputri, bahwa tingkat kematian penyakit hepatitis saat ini telah mengalami peningkatan.

Hal ini diperkuat dengan data menurut Pusdatin Kementerian Kesehatan Indonesia, di mana pada 2013 secara nasional diperkirakan terdapat 1.2 persen penduduk di Indonesia mengidap penyakit hepatitis. Kondisi ini meningkat dua kali lipat dibandingkan 2007, yakni sekira 0.6 persen. (Baca Juga: Gawat! Tren Penyakit Hepatitis di Indonesia Semakin Meningkat, Apa Sebabnya?)

Apabila dikonversikan ke dalam jumlah absolut penduduk Indonesia tahun 2013 sekira 248.422.956 jiwa maka bisa dikatakan bahwa sejumlah 2.9 jutaan jiwa penduduk Indonesia telah terinfeksi hepatitis. Secara global pun, angka jumlah kematian penyakit hepatitis lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengidap HIV/AIDS.

Berbagai cara pun dilakukan untuk mengurangi risiko penularan jenis penyakit ini. Namun, ada kunci mencegah agar tidak tertular hepatitis. Bagaimana caranya? (Baca Juga: Ibu Hamil Rentan Tularkan Hepatitis B, Segera Suntikkan Vaksin kepada Bayi Setelah Lahir)

Menerapkan pola hidup bersih dan sehat bisa mengurangi risiko penularan penyakit hepatitis A. Karena itu, pastikan untuk selalu mencuci tangan setelah dari kamar mandi, sebelum atau setelah buang air besar/kecil, sebelum menyiapkan makanan, dan menjaga kebersihan kapan pun dan di mana pun.

Sementara, hepatitis B dan C ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lain yang telah terinfeksi. Pencegahan virus hepatitis B dan C bisa melalui menghindari kontak dengan darah atau cairan tubuh sang penderita. (Baca Juga: Sedang Sakit Kuning, Jangan Konsumsi Makanan Pedas jika Ingin Cepat Sembuh)

Misalnya, transfusi darah atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Serta kebiasaan berbagi barang-barang pribadi, seperti sikat gigi, gunting kuku, pisau cukur, dan alat manikur dan pedikur di salon kecantikan. (Baca Juga: Tren Terus Meningkat, Kenali Penyebab dan Cara Penularan Virus Hepatitis)

"Memang kedengarannya berbagi barang-barang pribadi, seperti sikat gigi, gunting kuku, pisau cukur, dan alat manikur dan pedikur di salon kecantikan terkesan sepele. Tapi, kalau menimbulkan luka itu yang membuat berisiko terkena virus hepatitis, apalagi bila terkena darah si penderita," terang dr Olivia Ekaputri dalam sebuah acara di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 27 Juli 2017.

Untuk semua tipe hepatitis, dr Olivia menyarankan agar melakukan vaksinasi. Saat ini yang sudah berkembang adalah vaksin hepatitis A dan B. Keduanya pun sudah tersedia untuk anak-anak dan dewasa. Pastikan bayi yang baru lahir juga mendapatkan vaksin hepatitis.

"Bila perlu sesegera mungkin melakukan tes hepatitis, terutam bagi orang-orang yang tinggal di prevalensi tinggi. Lalu, mereka yang tinggal satu rumah atau melakukan kontak langsung dengan penderita. Tes yang dilakukan tak cukup dengan SGOT dan SGPT, tetapi antigen, seperti HSBAG, anti HAV, HBV, dan HCV," tuturnya lagi.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya