Tren Terus Meningkat, Kenali Penyebab dan Cara Penularan Virus Hepatitis

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis
Kamis 27 Juli 2017 17:10 WIB
Ilustrasi (Foto: Medicalnewstoday)
Share :

HEPATITIS merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat berujung pada kanker hati hingga kematian. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya agar tidak terkena. Apa sajakah penyebabnya?

Sesuai dengan namanya, hepatitis adalah peradangan yang terjadi pada organ hati. Sebagai organ penting yang terletak di bagian kanan atas rongga perut, hati berperan dalam melakukan metabolisme nutrisi, obat-obatan, hingga racun dalam tubuh. Bila terjadi kerusakan atau peradangan pada organ tersebut maka dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati itu sendiri. (Baca Juga: Gawat! Tren Penyakit Hepatitis di Indonesia Semakin Meningkat, Apa Sebabnya?)

Peradangan hati atau hepatitis disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebab yang paling sering adalah virus.

"Penyebab hepatitis paling sering adalah virus. Namun, penyebab lainnya adalah zat toksik, seperti alkohol dan beberapa obat, serta penyakit autoimun," ujar dr Olivia Ekaputri, dalam sebuah acara di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

Penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus yang menyebar melalui darah dan cairan tubuh ini terdiri dari hepatitis A, B, C, D, dan E. Kelimanya menjadi perhatian besar karena beban penyakit dan kematian yang ditimbulkan berpotensi mewabah serta menyebar. (Baca Juga: Ibu Hamil Rentan Tularkan Hepatitis B, Segera Suntikkan Vaksin kepada Bayi Setelah Lahir)

Hepatitis A dan E paling sering disebabkan oleh makanan atau minuman yang masuk mengandung virus. Infeksi yang terjadi bersifat akut, bisa sembuh dengan sempurna, tidak akan menjadi kronik. Setelah terinfeksi akan memiliki kekebalan terhadap infeksi virus hepatitis A. (Baca Juga: Lakukan Ini Jika Anda Terinfeksi Hepatitis B dan C)

"Risiko terkait infeksi virus hepatitis A dikaitkan dengan kurangnya akses air bersih dan aman, sanitasi yang buruk, dan higiene yang buruk," tambah dokter yang merupakan seorang medical dept PT Kalbe Farma Tbk itu.

Sementara, hepatitis B ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lain yang telah terinfeksi. Karena itu, virus hepatitis B dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat dilahirkan. Atau dari melakukan hubungan seks dengan seseorang yang tertularkan.

"Penularan melalui hubungan seksual bisa saja terjadi. Tetapi, risiko untuk hepatitis C lebih kecil dibandingkan hepatitis B. Selama pasangan sudah melakukan vaksinasi dan menggunakan alat pengaman saat berhubungan, tapi bukan berarti tidak ada risiko. Risiko itu tetap ada," terang dokter lulusan Universitas Kristen Krida Wacana itu. (Baca Juga: Sedang Sakit Kuning, Jangan Konsumsi Makanan Pedas jika Ingin Cepat Sembuh)

Untuk hepatitis C sebagian besar ditularkan melalui darah yang terinfeksi. Misalnya, transfusi darah atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Serta kebiasaan berbagi barang-barang pribadi, seperti sikat gigi, gunting kuku, pisau cukur, dan alat manikur dan pedikur di salon kecantikan.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya