BELUM banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan salah satu kabupaten yang bernama Lahat di Provinsi Sumatera Selatan. Kurangnya promosi yang dilakukan membuat kabupaten yang dipimpin oleh Aswari Rivai tersebut asing bila terdengar oleh masyarakat yang tinggal di luar Pulau Sumatera.
Padahal, tanpa kita semua sadari, Kabupaten Lahat memiliki potensi pariwisata yang selama ini para pencari ketenangan dambakan. Traveller dijamin pasti akan jatuh cinta pada Lahat meski pada kali pertama jumpa.
Anugerah dari Tuhan yang dimiliki Kabupaten Lahat berupa pemandangan alam dan kenampakan alam yang tidak dimiliki oleh daerah manapun. Ribuan warisan sejarah dari zaman megalitikum tersebar di hampir setiap desa yang ada di Kabupaten Lahat, ratusan air terjun memancar dari atas tebing yang siap menyegarkan mata wisatawan hingga barisan bukit-bukit cantik tidak kalah menawan.
Air Terjun Bidadari Pendek (foto: Instagram/@jeme_lahat)
Salah satu desa yang memiliki anugerah air terjun ialah Desa Karang Dalam, Kabupaten Lahat. Di desa yang luasnya sekira 10,43 kilometer persegi ini mempunyai empat buah air terjun yang siap membuat pengunjungnya jatuh cinta.
Berada di lahan pertanian, perkebunan dan pemukiman warga, membuat Air Terjun Bidadari, Air Terjun Sumbing, Air Terjun Pandak dan Air Terjun Hujan Panas eksklusif kehadirannya.
Uniknya lagi, di kawasan Air Terjun Bidadari yang berada di tengah hutan, ada tiga buah air terjun lagi, antara lain Air Terjun Bujang Gadis, Air Terjun Naga, dan Air Terjun Sumbing.
Air Terjun Hujan Panas (foto: Instagram/@auliarzkyr)
Masing-masing jarak ketiganya ialah 30 meter, 80 meter, dan 50 meter, jarak yang berdekatan itu akan membuat pengunjung penasaran dan melanjutkan perjalanan ke semua air terjun.
Pesona yang dimiliki air terjun pun tidak main-main. Air Terjun Bidadari misalnya, air terjun ini memiliki ketinggian sekira 30 meter dengan suasana alam yang masih sangat asri tanpa ada sampah atau fasilitas wisata sedikitpun, ditambah dengan mudahnya menemukan spesies burung madu dan kupu-kupu, sehingga dapat membuat wisatawan seakan benar-benar sedang berada di tengah rimba.