Mengenal Padoa, Tari Khas NTT yang Dipelajari Dian Sastro saat di Sumba

Utami Evi Riyani, Jurnalis
Kamis 13 Juli 2017 13:33 WIB
Tari Padoa (Foto: Tari Padoa)
Share :

AKTRIS cantik Dian Sastro baru-baru ini mengunjungi Sumba di Nusa Tenggara Timur selama beberapa hari. Meski kedatangannya untuk melakukan pemotretan, rupanya ia juga belajar tentang budaya Sumba.

Dalam akun Instagram-nya, Dian mengaku senang karena telah diperbolehkan ikut menari dalam upacara tradisional yang disebut Padoa. Seperti apa Tari Padoa yang ia pelajari?

Tari Padoa merupakan tarian tradisional khas Suku Sabu di Waingapu. Tarian ini dilakukan secara massal dengan formasi melingkar. Mereka menggunakan pakaian adat dan di kaki penarinya diberi wadah berupa anyaman. Dari informasi yang Okezone rangkum dari berbagai sumber, biasanya wadah tersebut diisi dengan hasil panen di kebun seperti kacang hijau.

<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BWaKdcEAWWT/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">I will always remember this valuable moment.. keluarga besar suku Sabu di Waingapu memperbolehkan saya menjadi bagian dari tari upacara tradisional mereka yang bernama Pado&#39;a. Terimakasih Mama Mama yang dengan sabar ngajarin saya ritme langkah tariannya dan memaklumi saya yg salah melulu..😅😅 Priceless.. #jadiorangsabutapipakekainsumba 📸@dariszcahyadi</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by Dian Sastrowardoyo (@therealdisastr) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2017-07-11T13:58:34+00:00">Jul 11, 2017 at 6:58am PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>

Selain sebagai pelengkap tari tradisional, ternyata meletakkan kacang hijau di wadah anyaman juga memiliki maksud lain. Dipercaya apabila biji kacang hijau masih utuh setelah dibawa menari, artinya biji tersebut memiliki kualitas yang baik untuk ditanam di musim berikutnya.

Tari Padoha dahulu dilakukan di penghujung musim hujan dan setiap malam bulan purnama. Baik laki-laki dan perempuan berpartisipasi dalam tarian ini.

Tari Padoa juga diiringi dengan nyanyian khas Suku Sabu. Suara musiknya bukan berasal dari alat musik, melainkan dari suara biji kacang hijau di wadah anyaman yang diletakkan di kaki.

Mereka akan menggerakkan kaki dengan langkah dan ritme yang rapi. Sehingga menghasilkan suara musik yang serempak.

Seperti tarian dalam pesta panen pada umumnya, Tari Padoa juga dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan. Tak hanya itu, dengan dilakukan secara massal, Tari Padoa juga menjadi salah satu acara untuk mempererat kebersamaan Suku Sabu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya