MENJELAJAH alam Indonesia seakan tidak pernah ada habisnya. Pantai, surga bawah laut, bukit, gunung, danau, hingga air terjun, bahkan desa tradisional pun tidak luput dari incaran para traveller lokal maupun mancanegara.
Bicara soal pemandangan alam, ada salah satu kabupaten di Indonesia yang memiliki ratusan air terjun. Ya, Kabupaten Lahat namanya.
Kabupaten yang dipimpin oleh Aswari Rivai tersebut, alamnya memang terdiri atas barisan bukit yang menakjubkan dan unik. Maka, tidaklah heran jika daerah itu bermunculan banyak air terjun yang dalam bahasa daerah setempat disebut curup.
Dirangkum Okezone, Sabtu (8/7/2017), berikut 3 curup yang tersembunyi di tengah rimba Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
1. Curup Lintang
Air terjun ini tidak hanya memiliki 1 pancuran, namun 2 pancuran, yang berbeda ketinggiannya. Air terjun yang lebih tinggi bernama Curup Lintang Besar yang bertingkat 2 dengan ketinggian 50 meter dan 30 meter. Sedangkan yang lebih kecil pancurannya bernama Curup Lintang Kecil dengan ketinggian 90 meter.
(foto: Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Lahat)
Curup Lintang berada di tengah rimba dengan lebatnya pepohonan yang tumbuh di sekelilingnya. Bagi traveller yang penasaran dan ingin melihat Curup Lintang bisa mengunjungi Desa Sinjar Bulan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
2. Curup Panjang
Curup Panjang jadi salah satu air terjun yang berada di himpitan tebing. Sehingga, ketika traveller mengunjunginya seakan menemukan mata air tersembunyi. Air terjun yang berada di Desa Tinggi Hari, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat tersebut memiliki ketinggian mencapai 50 meter dengan pancuran yang cukup deras dan mampu menenangkan pikiran wisatawan yang datang berkunjung.
3. Curup Khehinjeng
Cukup sulit memang menyebut air terjun yang satu ini. Nama Khehinjeng yang sulit diucapkan tersebut ternyata menawarkan pesona air terjun yang tidak bisa Anda temukan di daerah manapun.
(Foto: Indonesiatravel)
Biar pun begitu, Curup Khehinjeng cukup mudah untuk dinikmati keindahannya, karena berada di Desa Air Dingin, Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dan hanya membutuhkan waktu selama 10 menit berjalan kaki dari desa terdekat.