Pernah Putus Asa Tak Bisa Menari Lagi Selamanya, Stephanie Kurlow Jadi Balerina Berhijab Pertama di Dunia

Vessy Frizona, Jurnalis
Selasa 09 Mei 2017 09:15 WIB
Stephanie Kurlow (Foto: Instagram)
Share :

MENARI sejak usia dua tahun, Stephani Kurlow kecil menggenggam cita-cita ingin menjadi penari profesional terkenal di dunia. Gadis asal Australia ini pun giat berlatih untuk menggapai impiannya.

Masa kanak-kanak Stephanie dihabiskan untuk menggeluti dunia seni tari. Hingga akhirnya ia jatuh cinta dengan salah satu jenis tarian yang sangat indah. Tarian yang berasal dari Italia dengan gerakan yang penuh penghayatan. Tarian itu ialah tari Balet.

<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:62.5% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BTBue9xFrLf/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">I&#39;m so happy to announce that I will be coming to Indonesia!! I will be a guest speaker at @resonationid with amazing people like @sophiaamoruso who&#39;s Netflix Series @girlbossnetflix will be coming out soon! This amazing women&#39;s empowerment event is on April 29th, so make sure to purchase your tickets before they sell out, only 10 days left!! Thank you so much to @wardahbeauty for making this possible! Make sure to tag all your friends that you want to go with, I&#39;m looking forward to seeing all your lovely faces❤️ #wardahstephaniekurlow #wardahfasionbeauty #resonationid #stephaniekurlow #iccam</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by S T E P H A N I E  K U R L O W (@stephaniekurlow) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2017-04-18T12:38:09+00:00">Apr 18, 2017 at 5:38am PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>

Bertekad ingin menjadi Belerina internasional, Stephanie gigih berlatih. Gadis berusia 15 tahun ini mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya kala itu. Ia mengikuti sanggar tari balet dengan waktu latihan 30-45 jam dalam sepekan.

Di tengah asyiknya berlatih balet dengan segala angan menjadi Balerina dunia di kepala, tiba-tiba Stephanie harus mengubur impiannya. Kedua orangtua Stephanie memutuskan masuk agama Islam, dan ia pun otomatis mengikuti. Impian menjadi Balerina terbang bersama angan sebelum perjuangannya berakhir.

Stephanie yang saat itu berusia 10 tahun berpikir, bahwa ketika menjadi seorang muslim dan berhijab tak akan ada perusahaan atau sanggar yang mau menerimanya berlatih lagi. Dia hanya bisa mundur dan melupakan impiannya.

Sedih? Pasti. Entah berapa kali ia menangis kala itu. Walau, ayahnya yang berasal dari Autralia dan ibunya Rusia tidak melarang, namun ia tetap sedih membayangkan tak ada tempat untuk wanita berhijab.

<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:62.54699248120301% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BPXSOzQANpi/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Miss you girls💕 @its.sass @athenacostello_</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by S T E P H A N I E  K U R L O W (@stephaniekurlow) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2017-01-17T11:29:00+00:00">Jan 17, 2017 at 3:29am PST</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>

Selang waktu berlalu, Stephanie sepertinya memang sudah ditakdirkan menjadi Balerina. Ketika sedang sibuk belajar agama yang baru dianutnya, ia melihat pembaca berita televisi di Amerika berhijab dan seorang balerina dari Afrika. Saat itu juga pikirannya terbuka.

"Bahwa jilbab, agama, suku, ras, warna kulit, dan bahasa, bukan halangan untuk melakukan apa pun. Saya yakin bahwa orang tak melihat apa yang dipakai atau latar belakang seseorang. Tetapi orang melihat kemampuan. Hal apa yang kita bisa," ujar Stephani saat ditemui Okezone belum lama ini di kawasan Jakarta Selatan.

Stephanie pun lanjut belatih koreo. Mengangkat kaki, tangan, kepala, berlari, berputar, sambil diiringi musik klasik atau orkestra. Cita-cita yang dulu sempat padam, kini mulai berkobar lagi. Percikan api membara menjadi semangat di dadanya.

<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:33.33333333333333% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BSJAPVNlQYr/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">I don&#39;t always get a chance to say thank you to every single one of you for supporting me. But I do read all your comments and all your messages and I just wanted to say thank you for all your love and support, I truly appreciate it every day❤️</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by S T E P H A N I E  K U R L O W (@stephaniekurlow) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2017-03-27T11:56:36+00:00">Mar 27, 2017 at 4:56am PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>

"Balet adalah milik semua orang. Siap pun boleh menari, siapa saja bisa bercita-cita. Selama dia mau, tak ada yang bisa menghalangi. Saya hanya ingin semua orang terbuka memberi kesempatan kepada siapa saja. Sekarang saya mengajarkan balet kepada orang," sambung wanita 15 tahun ini.

Kini Stephanie dikenal sebagai penari balet pertama yang menggunakan hijab. Selain itu ia menekuni beberapa bidang seperti menyanyi, menulis, berpuisi, dan juga modeling. Talenta dan semangat Stephanie untuk balet mampu menginspirasi dan menarik perhatian banyak orang.

Meski menerima banyak pujian, ia juga menerima kritik. Stephanie kini sibuk juga di kegiatan sosial. Ia memberdayakan anak-anak.yang terlantar dan juga wanita dari berbagai latar belakang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya