Duh! Ini Dampak Negatifnya jika Orangtua Sering Marah-Marah pada Anak

Utami Evi Riyani, Jurnalis
Senin 08 Mei 2017 18:15 WIB
Pola asuh (Foto: Understood)
Share :

SEBAGIAN orangtua menggunakan pola asuh yang tegas untuk anak-anaknya. Tetapi terkadang mereka bertindak tegas dengan marah-marah.

Wajar jika Anda marah kepada anak ketika dia sudah bertingkah keterlaluan. Namun jika situasi kemarahan terjadi terus-menerus, ini bisa memberikan dampak serius pada perkembangan anak. Dilansir dari Oureverydaylife, Senin (8/5/2017), inilah beberapa dampak negatif dari orangtua yang suka marah-marah pada anak:

Membantah

Alih-alih mendengarkan Anda dan menurut, anak yang terlalu sering dimarahi justru berpotensi menjadi anak yang suka membantah. Anak-anak mengamati bagaimana orangtua mereka mengatasi rasa frustasi dan mencerminkan perilaku mereka saat berada di bawah tekanan. Bahkan ketika Anda membentaknya, dia bisa tumbuh menjadi anak yang agresif dan menantang Anda.

Ketakutan dan kecemasan

Dr. Laura Markham dari Aha! Parenting mengatakan bahwa kemarahan sangat mengerikan bagi anak-anak dan remaja. Ketika mereka yang selama ini berpikir bahwa keluarga adalah tempat terbaik dan paling aman justru menjadi tidak terkendali, ini akan membuat mereka ketakutan dan merasa cemas. Mereka menjadi sangat berhati-hati dan takut melakukan atau berkata apapun. Bahkan mereka bisa tumbuh sebagai pembohong karena kebenaran akan membuat Anda marah.

Gangguan mood

Kemarahan yang diterima berulang kali juga memungkinkan anak mendapatkan gangguan mood. Dia bisa menderita depresi, rasa bersalah, sedih, terasing, harga diri rendah, hingga putus asa. Melihat orangtua yang sering marah-marah juga menyebabkan kurangnya empati pada anak. Ini membuatnya mudah mengalami gangguan mood.

(Vien Dimyati)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya