ANDA mungkin bertanya-tanya, mengapa sih ada orang yang sepertinya susah mengendalikan nafsu seksualnya? Daripada penasaran, simak penjelasan berikut ini, ya.
Reaksi setiap orang terhadap seks memang berbeda
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim ahli di University of California Los Angeles (UCLA) membuktikan bahwa setiap orang memang memiliki reaksi biologis yang berbeda-beda terhadap seks. Hal ini diungkapkan oleh hasil pemindaian dengan alat rekam otak EEG.
Dalam penelitian ini yang dimuat dalam Social Cognitive and Affective Neuroscience ini, para ahli melihat aktivitas otak para peserta. Ternyata otak beberapa orang peserta memang lebih peka terhadap isyarat seksual seperti foto orang berciuman hingga foto yang mengandung unsur pornografi.
Mengapa ada orang yang lebih mudah terangsang?
Sebuah penelitian di Kanada dalam Journal of Sex Research memuat bahwa kecenderungan seseorang untuk mudah terangsang ternyata tidak dipengaruhi oleh usia atau pengalaman seksualnya. Maksudnya, Anda bisa saja sudah berusia paruh baya dan sudah sering berhubungan seks namun tetap sulit mengendalikan nafsu seksual.
Otak mesum justru lebih dekat hubungannya dengan pengendalian emosi seseorang. Penelitian yang dipimpin oleh dr. Jason Winters dari University of British Columbia ini berhasil menunjukkan bahwa peserta penelitian yang mampu mengendalikan nafsu seksualnya juga pandai mengendalikan diri terhadap berbagai macam pemicu emosi. Maka, semakin mudah terpicu emosi, Anda juga akan semakin mudah terangsang.
Selain itu, dr. Jason Winters juga menjelaskan bahwa orang yang tingkat kecemasannya tinggi cenderung lebih sulit mengendalikan diri ketika terangsang. Ini karena bagian otak yang mengatur gejolak emosi sama seperti bagian otak yang memproses rangsangan seksual, yaitu amigdala.
(Ranto Rajagukguk)