TREN arsitektur rumah back to nature kian merebak. Salah satu elemen yang mencirikan rumah bergaya pedesaan adalah penggunaan lantai bambu.
Pilihan lantai bambu memang lebih bersahabat dengan kantong ketimbang menggunakan kayu keras. Namun, ada harga tentu ada kualitas. Jika Anda tertarik menggunakan lantai dengan material bambu, coba pertimbangkan sederet hal berikut ini, seperti dirilis Homedit, Jumat (17/3/2017).
Rawan goresan
Bambu berkualitas rendah berisiko mudah terkena goresan. Mustahil menjaga lantai bambu agar benar-benar halus. Furnitur, hewan peliharaan, highheels, atau benda-benda beruncing sangat mudah merusak bambu.
Rusak karena air
Satu yang khas dari lantai bambu rentan lembab dan berjamur akibat air. Karena bambu sangat alami, maka bahan ini mudah lembab.
Sensitivitas terhadap kelembaban
Seperti yang disebutkan di atas, jika bambu dipasang di area yang mudah terkena basah, maka akan cepat menggelembung (lebih besar), lama kelamaan bambu akan retak.
Mudah pula menyusut
Bila ditempatkan di daerah lembab bambu akan melebar, maka sebaliknya. Jika ditempatkan di wilayah yang sangat kering, bambu akan cepat kering sehingga menyusut kemudian retak.
(Vien Dimyati)