MEMILIKI gaun pengantin hijab yang cantik dan berpikir untuk mewariskannya ke anak cucu? Tentu saja gaun pengantin adalah busana yang paling mengesankan karena hanya dipakai sekali seumur hidup. Apa lagi jika gaun tersebut hasil desain sendiri, tentu ingin menyimpannya seumur hidup.
Pertanyaannya, bagaimana merawat dan menyimpan gaun atau kebaya pengantin yang notabene penuh dengan payet dengan bahan yang mudah sobek? Berikut tips dari desainer baju pengantin, Asky Febrianti kepada Okezone belum lama ini.
Jangan dicuci jika tak benar-benar kotor
Tidak mungkin Anda menggunakan busana pengantin untuk keperluan pesta, jadi jika tidak benar-benar kotor baiknya jangan dicuci. Kecuali karena penyimpanannya yang sudah lama, Anda bisa mencucinya dengan cara khusus.
Simpan di dalam kotak
Kendati dibiarkan lama di dalam lemari, Anda juga harus mengatur penyimpanannya agar tak mudah kusut dan sobek. Caranya dengan memasukannya ke dalam kotak yang sesuai dengan lipatan gaun atau kebaya yang berbahan lace atau tulle dengan detail payet dan bebatuan. Ini bertujuan agar jahitan payet tetap terstruktur dan tak turun.
Kalau sudah lama diangin-anginkan
Lalu jika sudah terlalu lama di dalam lemari, Anda harus mengeluarkannya untuk sekedar diangin-anginkan dan tak bau ngengat. Sekiranya lakukan ini sebulan atau dua bulan sekali agar gaun senantiasa awet.
(Dinno Baskoro)