MEMISAHKAN pakaian dalam saat mencuci pakaian ternyata penting. Mencampurkan pakaian dalam ternyata bisa menyebarkan bakteri ke pakaian lainnya.
Siapa tahu Anda mencampurkan pakaian dalam dengan lap dapur saat mencucinya. Padahal, bakteri yang ada pada celana bisa saja berpindah ke lap dapur saat dicuci dengan pakaian.
Maka dari itu, 4 simak alasan Anda perlu memisahkan pakaian dalam saat mencuci, dilansir dari laman Timesofindia, Selasa (17/1/2017).
Ada kotoran pada celana dalam
Sebuah penelitian mengungkapkan, rata-rata pakaian memiliki sepersepuluh dari satu gram kotoran dalam satu hari. Menurut dr Charles Gerba, seorang profesor mikrobiologi di University of Arizona, ketika Anda memasukkan pakaian dalam ke mesin cuci bersama pakaian lain, ada sekira 100 juta bakteri E. Coli dan Staphylococcus aureus dalam air cucian itu.
Anda menggunakan air dingin
Mesin cuci otomatis memang memudahkan perkerjaan rumah. Namun, Anda perlu tahu bahwa suhu yang dibutuhkan untuk membunuh bakteri pada pakaian,setidaknya 40 C. Maka dari itu, untuk mencuci pakaian dalam, Anda perlu memisahkannya dan mencucinya dengan suhu panas untuk membunuh bakteri.
Cara mencuci pakaian dalam bayi dan manula
Bayi dan manula memiliki tingkat kekebalan yang rendah. Mereka lebih rentan terhadap infeksi bakteri dibandingkan orang dewasa. Para peneliti merekomendasikan untuk mencuci pakaian dalam bayi dan manula dengan suhu di atas 60 C untuk membunuh bakteri.
Mencampur pakaian dalam dengan item dapur
Tidak hanya lap, mungkin Anda juga mencampurkan pakaian dalam dengan celemek atau lap ke dalam mesin cuci. Bayangkan saja, ketika celemek dapat terinfeksi bakteri E. Coli. Ketika Anda memakaianya lagi, siapa tahu bakteri tersebut menyebar ke piring maupun item dapur lainnya.
(Renny Sundayani)