LONDON tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata modern saja. Ibu Kota Inggris ini juga memiliki sejumlah kuliner tradisional yang menarik untuk dicicipi. Bahkan, sebagian besar resep hidangan tersebut berasal dari zaman kerajaan kuno hingga abad ke-18.
Dilansir dari Go London, Senin (9/1/2017), berikut beberapa hidangan tradisional khas London yang mungkin belum Anda ketahui.
Afternoon tea
Kebiasaan menikmati secangkir teh sembari menyantap cake dan sandwich di sore hari, telah dilakukan sejak 1800-an. Tepatnya ketika Duchess of Bedford ke-7 menginginkan sebuah makanan pengganjal untuk menjembatani makan siang dan makan malam. Sekarang, tradisi unik ini mulai diterapkan oleh hotel-hotel mewah di seluruh Inggris Raya.
Jellied eels (belut beku)
Masyarakat di ujung timur London memiliki sebuah kebiasaan unik menyantap belut beku atau lebih dikenal dengan sebutan jellied eels. Hidangan ini dibuat dengan cara merebus belut cincang, lalu ditambahkan sejumlah bumbu seperti cuka, lemon, pala dan rempah-rempah lainnya. Setelah matang, makanan tersebut akan dibekukan sebelum disajikan. Jellied eels sendiri merupakan hidangan populer yang ada sejak abad ke-18. Hidangan ini pertama kali dperkenalkan oleh pekerja London yang menemukan banyak belut di Sungai Thames.
Fish and chips
Hidangan ini merupakan salah satu makanan favorit penduduk Kota London. Fish and chips pertama kali diperkenalkan oleh pengungsi berkebangsaan Yahudi dari Portugal dan Spanyol pada tahun 1860 lalu. Jika Anda tertarik untuk mencicipi hidangan lezat ini, di kawasan Covent Garden terdapat sebuah restoran tertua yang menyuguhkan fish and chips terlezat, yakni Rock & Sole Plaice. Restoran tersebut mengaku menggunakan resep tradisional yang berasal dari tahun 1871 untuk membuat fish and chips.
Daging panggang
Selain afternoon tea, penduduk London ternyata memiliki kebiasaan unik lainnya yaitu, menyantap daging panggang. Pada hari Minggu malam, mereka akan menyajikan daging panggang, kentang, sayuran (biasanya wortel, lobak, brokoli) dan dilengkapi dengan saus lezat pada toppingnya. Kebiasaan ini pertama kali dicetuskan oleh para pengawal King Henry VII, yang kerap menyantap daging sapi panggang setiap hari Minggu setelah beribadah di gereja.