KUBURAN Massal Ulee Lheue menjadi rumah terakhir bagi ribuan korban bencana Tsunami Aceh 2004. Tempat ini menjadi lokasi acara peringatan 12 Tahun Tsunami Aceh 26 Desember lalu dan bisa ditengok wisatawan untuk turut mendoakan mereka yang telah tiada.
Kuburan ini memakai halaman Rumah Sakit Umum Meuraksa, yang kemudian rusak parah terkena hempasan gelombang laut. Pengunjung tidak akan menemukan nisan di sana, karena korban meninggal sulit dikenali, tapi hanya ada tengara lokasi kuburan anak dan kuburan dewasa.
Ada pula tengara di pintu gerbang, ditulis dengan bahasa Aceh dan aksara Arab yang mengutip Surat Al-Anbiya ayat 35, yang berarti “Tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan”.
Bangunan bekas rumah sakit masih terlihat dan sengaja dibiarkan apa adanya untuk mengenang peristiwa dahsyat itu. RSUD Meuraksa sendiri kini pindah ke kawasan Mibo, Jl Soekarno Hatta, Banda Aceh.
Kuburan Massal Ulee Lheue masih sering dikunjungi oleh para kerabat korban yang merasa bahwa sanak saudara mereka termasuk di antara korban yang dimakamkan di tempat ini, seperti dikutip dari laman Disbudpar Aceh.