KULIT halus tanpa bulu dikatakan merupakan kriteria kulit yang indah. Namun tak semua orang dianugerahi kulit yang semulus itu, lantas muncul beberapa alternatif untuk menghilangkan bulu. Salah satunya adalah dengan mengoleskan hair remover cream pada kulit. Jika Anda ingin mengambil langkah tersebut, sebelumnya, perhatikan langkah penting berikut ini.
Bagaimana cara kerjanya?
Hair remover dikenal juga sebagai perontok rambut. Lazimnya bekerja dengan memecah struktur protein pada akar rambut. Jika menyebabkan iritasi, gatal-gatal bahkan terbakar, berarti krim tersebut bukan hanya memecah protein namun menghilangkannya, berhati-hatilah. Sudahi pemakaian jika hal tersebut terjadi.
Apakah ada efek lain?
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, apakah hair remover cream Anda dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal bahkan terbakar? Baca petunjuk sebelum pemakaian.
Apakah bisa menyebabkan kulit menjadi gelap?
Ini juga yang sering dikhawatirkan oleh banyak orang yang ingin menggunakan hair remover cream untuk menghilangkan bulu. Kuncinya adalah hindari iritasi kulit, karena inilah yang bisa membuat kulit menjadi hitam. Pertama memerah akibat iritasi, lalu akan membekas dan khirnya mengelapkan kulit.
Seberapa sering harus memakainya?
Sebenarnya tergantung pada keadaan kulit yang ingin memakainya. Namun jika kebutuhan menuntut untuk tampil bersih setiap saat tanpa bulu, hair remover cream sebenarnya aman digunakan seminggu sekali. Demikian dilansir TheHealthSite, Senin (26/12/2016).
(Santi Andriani)