Antimainstream, Pria Ini Mendaki Puncak Gunung untuk Membuat Latte Art

Devi Setya Lestari, Jurnalis
Selasa 06 Desember 2016 08:05 WIB
Membuat latte art di puncak gunung (Foto:Ilustrasi/Devi)
Share :

PUNYA hobi minum kopi pastinya biasa, hobi bikin kopi plus latte art cukup keren pasalnya tidak semua orang bisa membuat karya seni ini. Tapi bagaimana kalau hobi bikin latte art-nya bukan dibalik meja barista, melainkan di puncak-puncak gunung di Indonesia?

Adalah Elyas Nur Fridayana yang akun instagramnya dipenuhi foto dan video saat dirinya membuat latte art. Seni menghias kopi ini jadi salah satu hobinya, disamping hobi lain yakni mendaki gunung. Keduanya ternyata bisa dilakukan bersamaan oleh Elyas.

 <blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50.0% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BJSYbc6hAdn/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Cinta itu biarlah mengalir, kalau dipaksakan nanti tumpah. Karna cinta haruslah sweet, smooth &amp; creamy Gn. Merbabu, Jawa Tengah #indotravellers #id_pendaki #wonderful_location #thisisindonesia #livefolkindonesia #livefolk #ayodolan #indomountain #instagram #instapic #instagood #instapendaki #instagunung #pendakiindonesia #mountainesia #exploregunung #parapejalan #lingkarindonesia #kerengan #thisisindonesia #indonesiantraveler #indonesianrepost #indonesiajuara #indonesia_photography #indonesia #indonesiaparadise #art #latte #latteart #kopi #coffee</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A video posted by Elyas Nur Fridayana (@elfriday_) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2016-08-19T10:38:35+00:00">Aug 19, 2016 at 3:38am PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>

Lewat akun instagramnya @elfriday_ pria ini memposting video saat dirinya membuat latte art di gunung Merbabu Jawa Tengah. Di atas gunung berketinggian 3142 Mdpl ini, Elyas dengan santai dan tenang mengukir susu di atas espressonya.

Tak membutuhkan waktu lama, secangkir coffee latte dengan latte art bentuk hati sudah bisa dilihat dengan jelas. Berlatar suasana pegunungan yang hijau dan menyejukkan mata pemandangan ini memang tidak biasa dan justru terlihat mempesona.

 <blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:62.5% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BNlBdEZAwtV/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Q: Ngapain sih buat kopi di Gunung?  A: Kalaupun saya jelaskan sepertinya orang&#34; tidak akan paham bagaimana perasaanya. Seperti halnya saya belum bisa mengerti seperti apa sensasinya pakai Toga di puncak Gunung. #baper Penanjakan 1, Taman Nasional Bromo Tengger Semer #indotravellers #id_pendaki #wonderful_location #thisisindonesia #livefolkindonesia #livefolk #ayodolan #indomountain #instagood #instapendaki #instagunung #pendakiindonesia #mountainesia #exploregunung #parapejalan #lingkarindonesia #kerengan #thisisindonesia #indonesiantraveler #indonesianrepost #indonesiajuara #indonesia_photography #latteart #merbabu #indonesiaparadise #coffee #kopi #ottencoffee</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A photo posted by Elyas Nur Fridayana (@elfriday_) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2016-12-04T02:28:59+00:00">Dec 3, 2016 at 6:28pm PST</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>

Ternyata kegiatan yang dilakukan Elyas bukan hanya di Merbabu saja melainkan di gunung-gunung lain di Indonesia. Dari galeri instagramnya sudah banyak gunung yang didaki dan dijadikan tempat eksekusi mengolah latte art.

Sebut saja Gunung Merapi, Gunung Bromo, Gunung Agung, Gunung Batur dan gunung lainnya. Tak ada alasan lain yang terucap dari Elyas kecuali merasa tertantang membuat latte art di tempat yang tak biasa.

 <blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50.0% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BHdAGRzh4jC/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Inti dari mendaki gunung adalah pulang dengan selamat. Bersamanya berbagai pelajaran didapat. Hakikat seorang pendaki adalah memperbaiki diri Meski mendaki cenderung membuat manusia merasa jumawa #captionjangkrik #pendakijangkrik #kopijangkrik #mountainjangkrik #hikerjangkrik #jangkriktraveler #jangkrikmania #jangkrikinsomnia #jangkrikboss #lattejangkrik #autojangkrik #robotjangkrik #jangkrikjanda #anakjangkrikan #beautifuljangkrik #jalanjalanjangkrik #jangkrikihikihik</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A photo posted by Elyas Nur Fridayana (@elfriday_) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2016-07-04T20:34:50+00:00">Jul 4, 2016 at 1:34pm PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>

Dihubungi Okezone via pesan singkat, Elyas mengatakan melakukan kegiatan ini sebagai hobi. “Alasannya karena keduanya memang hobi yang saya gemari, naik gunung ataupun bikin kopi. Kalau bikin latte art lebih ke tantangannya. Hasil dari latte art dipengaruhi oleh suhu, sementara di gunung suhunya sangat dingin. Selain itu kesempatan juga sangat terbatas diakibatkan stok air, susu, kopi bahkan cuaca,” kata Elyas kepada Okezone, Senin 5 Desember 2016.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya