HORMON testosteron bisa menurun seiring bertambahnya usia. Namun, tidak semua pria menyadari jika hormon testosteron mereka menurun.
Alhasil, pria menjadi mudah gemuk, lemah, dan berubah temperamennya. Berikut adalah penjelasannya, seperti dilansir dari Healthcentral:
Tubuh membesar karena lemak bertambah
Sementara testosteron membantu membangun otot, kekurangan hormon tersebut dapat menghasilkan berat badan bertambah karena lemak, terutama di bagian tengah tubuh. Payudara juga bisa membesar jika seorang pria menderita kekurangan testosteron.
Testis menyusut
Ketika seorang pria mengalami penurunan tingkat testosteron, itu berarti bahwa "pabrik" yang memproduksi hormon tidak bekerja dengan benar. Hal ini membuat testis mulai menyusut dan menjadi lunak.
Cara alami dapat digunakan untuk meningkatkan produksi testosteron atau laki-laki dapat menjalani terapi penggantian hormon. Penurunan testosteron terus menerus juga dapat merugikan organ seksual secara permanen, sehingga gejala tidak boleh diabaikan.
Massa otot berkurang
Untuk membentuk otot, pria membutuhkan testosteron. Pria memerlukan hormon ini untuk kekuatan otot. Sebuah studi 1993 menemukan bahwa angkat besi, juga dapat secara alami meningkatkan produksi testosteron dalam tubuh.
Tulang mudah patah
Testosteron merupakan elemen kunci dalam membangun tulang, rendahnya kadar testosteron dapat menyebabkan kepadatan tulang menurun, membuat pria lebih rentan terhadap patah tulang. Namun, gejala ini lebih sering terjadi pada kasus-kasus ekstrim
(Helmi Ade Saputra)