Menilik Ritual Pembuatan Patung Tau-Tau dari Suku Toraja

Tentry Yudvi, Jurnalis
Jum'at 18 November 2016 13:44 WIB
Ritual Pembuatan Patung Tau-Tau Suku Toraja (foto: Indonesiatravel)
Share :

SUKU Toraja adalah salah satu suku yang masih menjaga tradisi dan budaya nenek moyang di Tanah Air. Bahkan ritual adat mereka yang dinilai unik menarik banyak wisatawan untuk datang ke Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Uniknya, masyarakat Toraja, menjadikan kematian sebagai tema besar, di mana untuk menghormati keluarga yang meninggal, maka mereka menggunakan sebuah upacara adat dengan mengeluarkan mayat dikenal sebagai Tau-Tau.

Dalam budaya suku Toraja, Tau-Tau adalah sebuah bentuk representasi seseorang yang sudah pergi alias meninggal dunia. Tau-Tau ini merupakan sebuah patung yang dibuat dari kayu atau bambu, dan biasanya ditemukan dekat mayat di sana.

Diyakini jika budaya ini dibuat untuk aristroktat dan keluarga kaya untuk mencerminkan status mereka yang sudah ada dari abad 19. Selain itu, Tau-Tau juga dikenal sebagai pelindung kehidupan yang menjaga dunia antara kematian dengan hidup.

Kata Tau-Tau sendiri berasal dari term 'Tau' yang memiliki makna sebagau manusia. Meski demikian, Tau-Tau dibuat dari tubuh yang sudah mati, dengan begitu mereka bisa melanjutkan hidup di surga. Begitulah keyakinan Suku Toraja.

Berdasarkan kepercayaan Toraja, setiap orang yang telah meninggal akan memasuki Poyo, di mana realisme semua arwah berkumpul. Bagaimanapun, para arwah baru bisa berkumpul usai acara adat, kemudian Tau-Tau ini juga dilengkapi aksesori yang sesuai dengan status sosial mereka.

Di sisi lain, orang yang berstatus rendah biasanya akan dibuatkan Tau-Tau dengan bambu, sedangkan kelas menengah akan dibuatkan dengan kayu cendana. Di mana kayu cendana atau kayu randu menjadi material untuk kelas tertinggi.

Pembuatan Tau-Tau sendiri harus diikuti dengan beberapa langkah pembuatan mengikuti ritual, dimulai dengan mencaru kayu. Sementara proses berlangsung, seniman Tau-Tau harus bekerja dekat dengan mayat. Untuk upacara, Tau-Tau biasa menggunakan kostum tradisional seperti Kebaya, atau ornamen dengan sentuhan emas dan silver.

Usai upacara selesai, Tau-Tau ditempatkan di sebuah gua yang ada di tebing di mana sebelumnya mayat disimpan di sana. Sebagaimana dikutip dari Indonesia Travel, Jumat (18/1/2016), Suku Toraja percaya dengan arwah yang masuk ke Tau-Tau untuk melanjutkan hidup.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya