Asal Usul Citayam dan Makam Keramat Penuh Misteri

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Minggu 30 Oktober 2016 22:37 WIB
Lokasi Tanjakan Keramat Citayam (foto: Marieska/Okezone)
Share :

BERAWAL dari sebuah kampung yang bernama Kampung Citayam, Desa Raga Jaya Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Citayam berada di sebelah selatan kota Depok dan salah satu kampung di perbatasan antara Kota Depok dan Kabupaten Bogor.

Arti Citayam yakni Cit adalah peuncit, dan ayam adalah ayam. Jadi artinya pameuncitan ayam diambil dari bahasa Sunda. Di dalam bahasa Melayu artinya pemotongan ayam.

Citayam dahulu tempat persingahan para pedagang. Hal itu terilihat di Citayam banyak orang-orang timur tengah, berupa para habaib atau orang-orang Arab.

Di Citayam ada peninggalan situs keramat yaitu makam keramat. Konon usianya sudah ratusan tahun. “Dan saya pernah bertanya pada sesepuh kampung Citayam yang dituakan di kampung ini, sudah sepuh. Kakek ini bercerita makam itu sudah ada dari kakeknya masih ada,” kata Jawara Silat di Desa Raga Jaya, Kang Nurdin.

Artinya makam keramat itu sudah berusia 4-5 abad. Dari zaman dahulu di sekitar makam keramat ada perkebunan pohon karet dan sebuah gudang tua. Ada pula sebuah pohon asam yang sangat besar dan tidak pernah bisa dipotong atau ditebang.

“Pohon karet dan gudang peninggalan Belanda sudah tidak ada, kalau pohon asam dan makam keramat pasih ada terawat. Konon dulu sampai sekarang sering terjadi hal-hal yang aneh juga kejadian misteri,” kata Nurdin yang juga Pendiri Lumbuk Silat di Depok.

Salah satunya saat makam hendak diratakan untuk dijadikan jalan, alat berat atau buldozer tersebut terbalik. Sopirnya pun meninggal dunia.Kisah lainnya, sebuah delman terbalik saat melewati makam keramat, kusirnya pun meninggal.

“Dan dulu sering warga sekitar melihat ular besar melintas dan juga sosok bayangan hitam tinggi besar melintas. Sampai sekarang pun sering terjadi kecelakaan mobil terbalik, motor terbalik sampai menyebakan meninggal. Bukan hanya puluhan kejadian tapi sudah sampai ratusan kejadian kecelakaan di sekitar makam keramat itu,” katanya.

Nurdin bersyukur atas keselamatan yang diberikan kepada warga kampung Citayam asli yang selama ini tidak pernah mengalamai kecelakaan. Makam keramat ini dikelilingi oleh tempat-tempat situs keramat dan mistis.

“Kebetulan dulu di Citayam belum ada listrik dan jalan aspal juga angkutan umum seperti angkot belum ada. Masih jalan setapak tanah terkadang kalau hujan suka becek. Saya sudah sering berkunjung ke kampung Citayam untuk berziarah ke makam keramat. Dulu orang sekitar hanya menyebut Tayam atau Citayam pada kampung di sekitar keramat,” tutur Nurdin.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya