Lima Alasan Kamera Dilarang Digunakan di Museum

Erika Kurnia, Jurnalis
Selasa 25 Oktober 2016 10:16 WIB
Ilustrasi Memotret di Museum (foto: AP Photo/Amel Pain)
Share :

PERNAHKAH Anda pergi ke museum dan dilarang membawa kamera atau memfoto koleksi museum? Faktanya, ada beberapa alasan untuk keamanan dan ketertiban museum di balik peraturan tersebut.

Berikut adalah lima di antaranya, sebagaimana dilansir dari Thisinsider, Selasa (25/10/2016).

Cahaya kuat merusak benda halus

Cahaya kedipan kamera yang memancar kuat diyakini bisa merusak lukisan dan benda halus. Tidak menggunakan cahaya kamera akan membuat lukisan seperti aslinya dan mengurangi biaya restorasi mahal, kata para ahli seperti peneliti University of Cambridge Martin Evans.

Menikmati langsung koleksi museum

Bayangkan bagaimana jika Anda selalu fokus pada gambar koleksi museum di kamera daripada yang aslinya. Memang, foto bisa membantu Anda melihat berkali-kali koleksi yang ada setelah keluar museum, tapi mengamati langsung benda-benda museum akan lebih enak dinikmati.

Mencegah antrean pengunjung

Ketika pengunjung berhenti untuk mengambil gambar, ini akan bisa membuat kemacetan bagi pengunjung lainnya. Hal ini juga mengurangi biaya asuransi museum karena beberapa fotografer bisa mencari posisi sembarangan untuk menangkap gambar yang tepat namun dengan tingkat kecelakaan tinggi.

Mencegah penjualan gambar

Memfoto koleksi museum tertentu bisa membuat pengambil foto mendapat keuntungan dari penjualan gambar yang tidak legal. Pengambilan foto di museum juga bisa membahayakan keamanan dan mengundang pencuri untuk mengambil koleksi berharga museum.

Mencegah pelanggaran hak cipta

Mengambil foto sering kali dianggap melanggar perlindungan hak cipta. Hak cipta dirancang untuk melindungi penulis, komposer, atau seniman. Ketika peraturan tersebut ada, dipastikan pencipta karya dibayar oleh mereka yang membuat salinan dari karya yang ditiru.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya