7 Faktor Risiko yang Membuat Anda Rentan Terkena Penyakit Epilepsi

Helmi Ade Saputra, Jurnalis
Senin 17 Oktober 2016 10:10 WIB
Ketahui faktor risiko epilepsi (Foto: Youtube)
Share :

PENYAKIT epilepsi sedang hangat dibicarakan setelah peristiwa Wayan Budiarsa di Denpasar Barat. Pria berusia 47 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia setelah jatuh ke sumur diduga akibat epilepsinya kambuh. (Baca:  Epilepsi Diduga Kambuh, Budiarsa Nyemplung ke Sumur)

Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat, di mana aktivitas sel saraf di otak menjadi terganggu. Hal ini dapat menyebabkan kejang atau periode perilaku yang tidak biasa, sensasi dan kadang-kadang kehilangan kesadaran. (Baca: Diduga Epilepsi Kambuh, Budiarsa Nyemplung ke Sumur, Apa Penyebab Epilepsi?)

Pengaruh genetik, trauma kepala, kondisi otak, penyakit menular, cedera prenatal dan gangguan perkembangan merupakan penyebab penyakit epilepsi. Namun, faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko epilepsi yang dilansir Mayoclinic, Senin (17/10/2016):

Usia

Timbulnya epilepsi yang paling sering adalah pada anak usia dini dan di atas 60 tahun. Namun, epilepsi juga bisa terjadi pada segala usia karena faktor lain.

Riwayat keluarga

Jika Anda memiliki riwayat keluarga epilepsi, mungkin berada pada risiko tinggi mengembangkan gangguan kejang.

Cedera kepala

Cedera kepala dapat menjadi penyebab untuk beberapa kasus epilepsi. Anda dapat mengurangi risiko dengan mengenakan sabuk pengaman saat mengendarai mobil dan menggunakan helm ketika berkendara sepeda motor.

Stroke dan penyakit pembuluh darah lain

Stroke dan penyakit pembuluh darah dapat menyebabkan kerusakan otak yang memicu epilepsi. Anda dapat mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi risiko penyakit epilepsi, termasuk membatasi asupan alkohol dan menghindari rokok, makan makanan yang sehat serta berolahraga teratur.

Demensia dan meningitis

Demensia dapat meningkatkan risiko epilepsi pada orang dewasa yang lebih tua. Selain itu, infeksi otak seperti meningitis juga menyebabkan peradangan di otak atau sumsum tulang belakang, sehingga meningkatkan risiko.

Kejang pada masa kanak-kanak

Demam tinggi pada anak kadang-kadang dapat dikaitkan dengan kejang. Anak-anak yang mengalami kejang karena demam tinggi umumnya tidak akan mengembangkan epilepsi, meskipun risikonya lebih tinggi jika berlangsung lama, dan mempunyai riwayat keluarga.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya