SALSA tampak malu-malu saat Tim memintanya keluar dan turun. Beberapa kali tubuhnya yang berwarna cokelat kemerahan itu terlihat maju-mundur, antara enggan tapi ingin mendekat. Padahal Tim membawa makanan kesukaannya, yakni alpukat.
Maklum, Tim membawa sejumlah rombongan pengunjung masuk ke dalam kandangnya. Kangguru jenis tree kangaroo yang berumur 15 tahun namun berukuran kecil itu nampaknya terancam dengan kehadiran manusia.
Setelah hampir 5 menit 'merayunya', akhirnya Salsa mau keluar dari kandang di atas rumah pohon buatan bahkan turun ke bawah. Rasa laparnya berhasil mengalahkan malu, karena saat itu memang jam makan siangnya.
Dulu, Indonesia sempat memiliki jenis hewan ini, saat Papua Nugini masih menjadi bagian dari NKRI. Selain di Australia, kangguru pohon atau goodfellow's tree kangaroo ini memang banyak ditemui di wilayah Papua Nugini, kini Papua New Guinea, dengan udara yang tropis.
"Saat musim panas, Salsa akan terus berlari, ia berputar-putar, sangat lincah. Karena ini sesuai dengan habitat aslinya yang panas," ujar Tim, Pelatih di Ballarat Wildlife Park di Ballarat, Victoria, Australia.
Meski umurnya sudah dewasa, namun ukuran kangguru pohon tidak bisa sebesar seperti kangguru australia.
Untuk betina beratnya hingga 8,2 kg, sementara si jantan beratnya hanya 7,9 kg. Perbedaan lainnya adalah, kangguru pohon memiliki kemampuan berjalan mundur dan menggerakan kakinya terpisah saat memanjat dahan pohon.
Tidak hanya kangguru pohon, di kebun binatang ini Anda juga bisa berbagai hewan khas Australia lainnya, seperti koala, wombats, tasmanian devils, emus dan tentu saja kangguru khas Australia.
Kangguru jenis ini tidak dikandangkan, alias bebas berkeliaran bersama dengan burung emu, yaitu masih dari keluarga unggas.
Sama seperti burung unta, emu juga tidak bisa terbang. Pengunjung bisa bisa memberikan makan dari tangan kepada kedua jenis binatang itu.
Okezone terus mengeksplore keindahan di Melbourne bersama Garuda Indonesia, tentunya bersama Tourism Australia selaku tuan rumah, giliran rombongan menyambangi Ballarat Wildlife Park di Ballarat, Victoria, Australia, sekira satu setengah jam dari Kota Melbourne.
Selain itu ada pula wombat. Wombat berkelamin jantan itu diberi nama Billy. Meski usianya baru 2,5 tahun, tapi berat Billy sudah mencapai 35 kg.
Dalam sehari, ia bisa menghabiskan sekira 400 gram makanan yang terdiri dari rumput, buah-buahan dan gandum. Tidak seperti koala, wombat tidak bisa memanjat dan hanya hidup di daratan.
Wajah koala memang benar-benar menggemaskan. Charlie yang berusia 5 tahun sangat tenang dalam gendongan seorang pelatih perempuan.
Ia tetap tenang ketika dielus punggungnya, namun ketika mengelus kupingnya, pelatih itu segera memeringati bahwa koala tidak suka diusap di bagian kupingnya. Ini sangat membuat koala sensitif dan bisa saja melakukan serangan kecil.
Tim menjelaskan koala adalah binatang yang paling banyak menghabiskan waktu untuk tidur, setidaknya bisa hampir 20 jam dalam sehari.
Sebuah penelitian menyebutkan, koala bisa menghabiskan waktu 14,5 jam untuk tidur, 4,8 bangun namun beristirahat alias tidak melakukan aktivitas apapun, 4,7 untuk makan dan hanya 4 menit jalan-jalan pada siang hari.
Dalam sehari, koala bisa menhabiskan sekira 200-300 gram daun ekaliptus yang merupakan makanan utamanya. Selain itu ia juga suka buah-buahan ringan.
Memberi makan Kangguru
Kesempatan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, yakni memberi makan kangguru. Kangguru australia memiliki ukuran yang lebih besar. Seekor kangguru dewasa, tingginya bisa mencapai tinggi pria dewasa, saat ia berdiri dengan kedua kakinya.
Sekira 100 kangguru dibiarkan hidup bebas di sekitar taman, sehingga pengunjung bisa berinteraksi langsung seperti mengelus tubuhnya hingga memberi makan.
Siang itu juga merupakan jam makan siang. Tim sudah siap dengan ember penuh dengan makanan kering, layaknya seperti makanan kucing atau anjing.
Melihat ember yang dibawa Tim, sekelompok kangguru langsung menghampiri kami. Dalam memberi pangan tidak terlalu sulit dan mereka pun tidak terlalu agresif.
Pengunjung hanya cukup membuka tangan yang sudah penuh makanan dan membiarkan kangguru menjilat makanan. Rasanya geli pada telapak tangan.
Sayangnya, siang itu kami tidak berkesempatan melihat para kangguru bermain tinju alias boxing. Mereka kebanyakan berbaring di tanah dan beristirahat.
Selain hewan-hewan di atas, pengunjung juga bisa melihat aneka binatang reptil dan melata seperti berbagai jenis ular berbisa, aneka kadal, komodo dan juga buaya. Ada dua jenis buaya yang dimiliki yaitu buaya air tawar dan air asin.
Terbesar adalah bernama Crunch yang memiliki panjang hingga 5 meter dan berat lebih dari 500 kg. Siang itu Okezone berkesempatan melihat Alex, si pelatih memberi makan Crunch berupa kelinci.
Untuk masuk ke arena kebun binatang ini, pengunjung akan dikenai biaya orang dewasa sebesar AUD31.00, anak-anak usia 4-15 tahun sebesar AUD17.50, juga ada paket keluarga yang terdiri dari 2 orang dewasa dan maksimal 4 anak yaitu AUD85.00.