NAMA besar dari Iwan Tirta tentu sudah melekat erat di hati dan telinga para pecinta dan penikmat Batik di Tanah Air.
Bisa menginspirasi khalayak luas dan mengembangkan kain Batik melalui karya-karya premium, salah satunya diwujudkan dalam bentuk menampilkan desain-desain penuh makna dalam sebuah pagelaran busana.
Seperti yang dihadirkan Iwan Tirta dalam perhelatan Men's Fashion Week di hari ketiga, Jumat (23/9/2016). Swatantra kali ini dipilih sebagai tema dalam koleksi spesial kali ini. Swatantra sendiri adalah falsafah yang mengajarkan nilai kemandirian sebuah dinasti, serta mengandung makna jika jalinan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan terjalin erat. Maka keseimbangan, kekuatan dan kebijaksanaan akan bisa terwujud.
Sebagaimana keterangan yang disebutkan oleh Era Soekamto selaku creative director dari Iwan Tirta, kepada awak media di lokasi. Kurang lebih 24 busana dihadirkan dalam bentuk atasan seperti kemeja lengan panjang, lengan pendek, setelan suit, hingga kain sarung untuk bawahan. Di mana motif yang dihadirkan ialah motif Batik yang diyakini sebagai motif Batik tertua, Nitik atau Jlamprang. Motif Batik yang mengadaptasi dari patola India, motif ini terdiri atas kumpulan titik-titik yang membutuhkan kesabatan dan ketekunan luar biasa saat proses pembuatannya.
Koleksi Swatantra ini dibagi dalam dua sequence. Pertama motif Nitik atau Jlamprang ada dalam pola geometris tiga warna yaitu biru-putih, merah-putih, dan hitam-putih. Sementara untuk sequence kedua, ditampilkan koleksi dalam nuansa putih sogan mas yang klasik dengan motif signature khas Iwan Tirta.