Serunya Tradisi Pesta Rakyat HUT RI di Raja Ampat

Hessy Trishandiani, Jurnalis
Rabu 17 Agustus 2016 20:10 WIB
Serunya tradisi pesta rakyat HUT RI di Raja Ampat (Foto: Hessy/Okezone)
Share :

PERAYAAN ulang tahun kemerdekaan Indonesia memang selalu dirayakan dengan meriah setiap tahun. Sebut saja beberapa jenis lomba seperti balap karung dan makan kerupuk yang sepertinya wajib dan selalu ada dalam setiap perayaan kemerdekaan.

Namun, ada yang istimewa dengan perayaan HUT RI ke-71 di Raja Ampat, Papua Barat. Tahun ini, tanah paling timur di Indonesia ini berpesta rakyat lebih meriah. Beberapa jenis lomba yang diadakan malah hanya Anda bisa temui di tanah timur ini.

Tilik saja lomba lompat Gaba-Gaba, LaLayon, Bacigi, dan Lewang Kelapa. Berbagai pilihan tersebut berbaur dengan lomba yang umumnya ditemui saat perayaan 17 Agustus, seperti tarik tambang, lari karung, dan panjat pinang.

Dari pantauan Okezone di Pulau Saonek, Raja Ampat, pada Rabu (17/8/2016), penduduk setempat tampak sangat menikmati pesta rakyat yang kental dengan tradisi khas Papua ini. Lomba Gaba-Gaba, misalnya, di mana para peserta harus menari dan melompat di atas beberapa bilah kayu yang dipegangi ujungnya dan digerakkan oleh beberapa orang. Sambil mengikuti irama tarian, peserta harus lincah meloncat dan memasukkan kaki di sela-sela bilah kayu yang digoyangkan tersebut, tapi tak boleh sampai terjepit.

Ada lagi lomba Lalayon. Tari Lalayon sendiri merupakan tari pergaulan yang sejatinya berasal dari Maluku Utara. Tarian ini sarat dengan pesan-pesan berbau romantis dan cinta, biasanya ditarikan berpasangan lelaki dan perempuan. Di Saonek, untuk lomba ini panitia mengharuskan pria berpakaian kemeja lengan panjang dan perempuan berkebaya.

Bagi Anda yang baru mendengar Bacigi, ini adalah lomba memancing ikan hanya dengan kail dan tanpa menggunakan umpan. Untuk merayakan kemerdekaan, bambu yang digunakan harus dicat berwarna merah putih.

Sedangkan Lewang Kelapa ini adalah lomba mengupas kelapa. Uniknya, peserta dilarang menggunakan pisau dan hanya boleh mengupas dengan sebilah kayu yang ujungnya tajam. Kelapanya pun harus tua, tidak boleh yang muda.

Pesta rakyat untuk 17 Agustus rasanya belum lengkap tanpa Panjat Pinang. Di Saonek, lomba yang satu ini pun ada. Bila di kota-kota besar Panjat Pinang diadakan di sungai, di Raja Ampat lomba ini diadakan di pinggir pantai.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya