KEDELAPAN etape telah diselesaikan oleh para peserta Tour de Singkarak hari ini. Ada banyak hal yang bisa peserta kulik mengenai kebudayaan Indonesia.
Misalnya saja Felipe Marcelo, 7 Eleven Sava RBP, mengaku menyukai tradisi dan budaya di Sumatera Barat, setelah tinggal lebih dari seminggu di wilayah Sumatera Barat.
"Saya suka sekali dengan kebudayaan di sini. Banyak taroan dan nyanyian, sama seperti di kampung halaman saya, Filipina," ujarnya kepada Okezone di kawasan Pantai Padang, Sumatera Barat, Minggu (14/8/2016).
Selain iti, Felipe mulai menyukai makanan khas Indonesia. Termasuk nasi goreng, ayam, maupun nasi padang. Bahkan ia berjanji, tahun depan akan mengikuti ajang balap internasional Tour de Singkarak.
Begitu juga dengan Jamalidin Novardianto, pebalap asal Indonesia yang dikontrak Singha Infinite Cycling Team Thailand, yang sudah jatuh cinta pada Sumatera Barat.
Jamal merupakan orang ketiga yang memasuki garis finis di etape 8 ini. "Hari ini speed-nya cukup kencang. Ditambah lelah, mungkin jadi terasa berat hari ini," ujar Jamal.
Selama di Sumatera Barat, tempat favorit Jamalidin ialah di Kelok 44. Ia mengatakan meski terasa begitu lelah, ia puas dengan pemandangan Danau Maninjau di Kelok 44.
"Walau capek sekali, tapi kita masih bisa melihat pemandangannya. Bagus sekali Maninjau itu," tambahnya
Setelah menjelajahi kedelapan etape, Jamal mengharapkan agar Tour de Singkarak ke depannya lebih baik lagi. Khususnya mengenai akomodasi dari titik finis ke tempat penginapan yang terlalu jauh.
"Kalau bisa saat di titik finis, kita diberikan penginapan di area terdekat saja. Jadi, saat finis kita tidak merasa kelelahan sekali. Karena kita semua kelelahan juga di jalan," tukasnya.
(Johan Sompotan)