Dari Kecil, Wanita Desa Sade di Didik untuk Menenun

Rima Wahyuningrum, Jurnalis
Senin 23 Mei 2016 17:24 WIB
Dari kecil wanita Desa Sade didik menenun (Foto: Rima Wahyuningsih)
Share :

BERAGAM kain tenun yang dimiliki Indonesia berasal dari berbagai suku, salah satunya tenun Lombok. Mereka menenun dari kecil.

Salah satu tenun di Lombok bisa ditemui di Desa Sade, Lombok Tengah. Desa ini, berpenduduk 700 jiwa mewajibkan setiap wanita piawai menenun sejak kecil.

Tak ada tujuan lain selain sebagai penghasilan untuk di masa depan. Bahkan, mereka menjadikan permainan anak kecil dengan menenun dengan daun kelapa.

"Wanita disini kalau belum bisa nenun tidan bisa kawin. Umur 9-10 tahun sudah diajar menenun. Karena kebanyakan umur 16-17 tahun sudah kawin. Makanya harus bisa menenun dulu supaya ada sampingan sebelum mandiri," terang warga setempat kepada Okezone.

Hasil tenunan tersebut tentunya menjadi daya tarik wisata sendiri dari Desa Sade. Mereka memulai produksi dari pintalan kapas yang diwarnai sendiri dengan bahan-bahan alami

"Semua bikin sendiri. Warna-warna dari alami. Merah dari kulit kayu. Hijaunya dari daun kecipir. Kuning dari kunyit. Hitamnya dari arang batok kelapa," terang Kia seorang pedagang kerajinan tenun.

Proses pewarnaan benang tenun memakan waktu hingga satu minggu untuk perendaman agar tidak luntur. Sementara penenunan hingga menjadi selendang dan kain meteran tenun tak dapat diprediksi tergantung motif yang diinginkan.

Berbagai motif dihasilkan oleh kain tenun khas Desa Sase tersebut. Diantaranya adalah Kembang Koma, Subhanaleh, Keker, Rangrang, Ragi Genap dan masih banyak lagi. Bahkan motif tersebut memiliki makna unik dibaliknya.

"Kembang Koma itu bunga kecipir. Subahnaleh itu karena saking capeknya dia menenun jadi Subhanallah," tambahnya.

Bicara soal biaya, tenun khas Desa Sade tak mematok harga khusus. Pasalnya, satu toko menjual hasil tenun yang terdiri dari beberapa warga.

"Kalau disini enggak pakai harga pas, pakai nawar saja. Karena ini bukan punya satu orang. Misalnya satu toko yang punya 7-8 (orang). Itu masing-masing nenun semua dan dibawa kesini. Jadi macam koperasi lah," tutupnya.

Sementara itu, selain di Desa Sade terdapat pula pusat penjualan hasil tenun yaitu Dharmasetya, Sukarare. Disana harga kain dipatok dengan Rp100 ribu per meter.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya