PERHELATAN bergengsi Academy Awards ke-88 atau Oscar 2016 telah berlangsung meriah di Dolby Theater, Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu 28 Februari 2016, malam, atau Senin pagi waktu Indonesia. Tentu saja momen tersebut dimanfaatkan oleh para selebriti papan atas Hollywood untuk tampil menawan dan sempurna.
Adalah Dr. David Colbert, dokter kulit asal Manhattan, yang bertanggung jawab melakukan serangkaian perawatan wajah bagi sejumlah selebriti ternama Hollywood jelang malam Oscar. Sebut saja Jennifer Lawrence, Cate Blanchett, Michael Fassbender, Robin Wright, Sienna Miller, dan Michelle Williams.
David merekomendasikan mereka untuk melakukan perawatan Triad yang terdiri atas tiga langkah, yakni mikrodermabrasi, laser, dan chemical peeling. Di mana perawatan tersebut menghabiskan biaya sekira Rp10-16 jutaan.
Untuk para pria, David memberikan serum stimulasi dengan ekstrak kopi Arabica dan goji berry, yang perlu diaplikasikan beberapa hari sebelum hari H. Khusus Lawrence, David memberikan masker Illumino Brightening yang mengandung epidermal dan bio selulosa kelapa.
“Jennifer ingin wajahnya sangat bersinar. Masker tersebut mengandung banyak antioksidan, yang menstimulasi produksi kolagen dan membuat kulit tampak bersinar,” papar David, seperti dilansir dari Hollywoodreporter, Selasa (1/3/2016).
Selain Jennifer, selebriti lainnya, seperti Kate Winslet, Jennifer Jason Leigh, Patricia Arquette, dan Sofia Vergara, melakukan serangkaian perawatan, mulai dari lifting, light therapy, dan menggunakan bahan-bahan kosmetik alami seharga Rp7.8 jutaan.
Sementara itu, Julianne Moore dan Brad Goreski, mendatangkan ahli facial dari New York, Joanna Vargas, untuk membuat tampilannya menjadi lebih menawan. Joanna merekomendasikan mereka melakukan mikrodermabrasi pada tubuh dan perawatan radio frekuensi.
“Aku pergi ke Los Angeles, setiap ada acara penghargaan. Tetapi Oscars adalah yang paling lama, aku tinggal selama satu minggu. Aku melakukan mikrodermabrasi pada tubuh mereka karena sangat baik untuk kulit, serta radio frekuensi untuk meningkatkan produksi kolagen 20 persen,” ungkap Vargas.
(Renny Sundayani)