SELAMA ini bisa jadi masyarakat Indonesia hanya mengenal dupa sebagai alat sembahyang warga Tionghoa. Ternyata, ada empat alat sembahyang lainnya. Penasaran?
"Alat sembahyang kaum Tionghoa, yaitu dupa, botol berisikan minyak, makanan berupa buah dan kertas emas," jelas Ahyung, Kepala Pengurus Vihara Dhanagun di Suryakencana, Bogor, Senin (8/2/2016).
Pertama adalah dupa, alat sembahyang ini ditujukan untuk Sang Pencipta.
"Kemudian ada pula botol yang berisikan minyak. Di mana warga Tionghoa meyakini minyak disimbolkan untuk kelancaran hidup, serta tubuh selalu sehat selalu," paparnya lagi.
Ketiga adalah makanan. Biasanya, makanan yang dibawa berupa buah-buahan, tentu dengan rasa yang manis.
"Buah itu menandakan kesegaran, di mana rasa manis untuk masa depan yang dilakukan selalu menghasilkan kesegaran, serta kebaikan layaknya rasa buah," timpalnya.
Terakhir adalah kertas. Di sini ada dua kertas yang akan dibakar. Kertas itu bernama Sium Kim atau kertas emas, dan Toa Kim atau kertas emas berukuran besar.
"Kertas disimbolkan dengan tanda terima kasih atau doa penutup," tutupnya.(tty)
(Santi Andriani)