DAGING sapi Kobe berasal dari sapi yang diternak di beberapa prefektur penghasil wagyu dengan kualitas baik di Jepang. Daging wagyu berkualitas ini sering disebut sebagai daging kobe. Konon, daging kobe harganya sangat mahal dan kadang tak masuk akal.
Karena itu sejumlah mitos tersebar di masyarakat mengenai daging wagyu berkualitas tersebut. Berikut lima mitos seputar daging kobe, seperti dilansir Soshiok, Rabu (13/1/2016).
Daging kobe berasal dari Jepang
Saat ini tidak ada definisi tepat untuk daging kobe. Sejatinya, Kobe adalah salah satu tempat penghasil daging wagyu berkualitas di Jepang. Ini bukan sekadar mitos, tapi daging Kobe memang berawal dari kawasan tersebut. Bahkan, daging Kobe juga bersumber dari hampir 47 prefektur di Negeri Sakura.
Daging Kobe sama saja seperti daging pada umumnya
Sejatinya, daging kobe tidaklah sama seperti daging pada umumnya. Daging Kobe punya garis lemak lebih banyak dibandingkan otot. Mulai dari rasa, tekstur, dan nutrisi yang terkandung di dalamnya jauh lebih baik dibanding daging sapi biasa.
Peternak memberi bir untuk sapinya
Tujuan memberikan bir pada ternak sapi bukan untuk mendapat garis lemak lebih banyak. Melainkan untuk memancing nafsu makan sapi pada bulan tertentu. Namun, praktek memberi bir ke sapi wagyu kecil presentasenya.
Sapi Kobe hanya makan rumput
Untuk menghasilkan marbling lemak yang banyak dan berkualitas. Pakan sapi tidak hanya diberi rumput, melainkan diterapkan pola makan lengkap dengan biji-bijian dan aktivitas sapi dibatasi.
Daging Kobe tinggi lemak dan tidak baik untuk kesehatan
Daging Kobe memiliki lajur lemak yang lebih banyak. Menurut sejumlah penelitian, faktanya lemak dalam daging kobe atau daging wagyu terbilang lemak tak jenuh dan lebih sehat untuk jantung, dibandingkan daging sapi pada umumnya.