SERINGKALI karyawan terutama pegawai perempuan terpaksa membawa anak ke tempat kerja karena asisten rumah tangga atau baby sitter mereka sedang cuti, sementara tidak ada seorang pun yang bisa diharapkan untuk menjaga si kecil.
Membawa anak ke tempat kerja tidak disarankan karena kantor bukan tempat yang tepat untuk mereka. Selain banyak peralatan kantor yang akan menjadi sasaran, konsentrasi Anda dan rekan kerja bisa buyar, terutama bila anak agak hiperaktif dan suka menjelajah.
Jadi sebelum Anda memutuskan membawa anak ke kantor, baiknya Anda perhatikan delapan aturan berikut ini:
1. Waktu yang Tepat
Bawalah anak ke kantor hanya bila Anda benar-benar dalam kondisi sangat terpaksa, misalnya anak tidak bisa dititipkan pada siapa pun atau Anda harus menghadiri rapat penting sehingga tidak bisa minta cuti atau izin tidak masuk. Atau, pastikan hari itu tidak ada rapat penting di kantor dan deadline yang harus Anda penuhi. Akan lebih baik membawa anak ke kantor di hari-hari santai seperti menjelang libur panjang, di mana load pekerjaan pun sudah sedikit.
2. Beritahu Atasan
Sebelum membawa anak ke kantor, pastikan Anda sudah menghubungi atasan untuk menginformasikan rencana Anda. Bila Anda memiliki alasan yang kuat, atasan pasti dapat mengerti karena beliau akan memahami kerepotan yang Anda alami.
3. Siapkan Ruang untuk Bermain
Biasanya kantor memiliki ruang kosong yang bisa digunakan untuk Anda dan anak bermain. Ruang kosong sangat membantu sehingga si kecil tidak bereksplorasi dan menganggu rekan kerja Anda yang sedang sibuk.
Bila ternyata Anda memiliki ruangan sendiri maka tutup pintu ruangan dan biarkan anak mondar mandir di situ sambil Anda menyelesaikan pekerjaan.
4. Bawa Kebutuhan Anak
Jangan lupa membawa tas berisi baju ganti, popok, camilan, dan minuman kesukaan anak karena Anda pasti sulit menemukannya di kantor. Selain makanan dan minuman, disarankan untuk membawa mainan kesukaan si kecil seperti buku gambar, pensil warna, boneka, dan mainan yang bisa membuat anak sibuk dan tidak menganggu Anda yang sedang bekerja.
Anda juga mungkin bisa membawa kasur tipis untuk tempat anak tidur bila waktu tidur siang tiba.
5. Persiapkan Makan Siang di Kantor
Bila biasanya Anda makan siang dengan rekan kerja di luar setiap sambil ngobrol dan bergosip, maka akan lebih baik jika Anda makan siang di kantor saja sambil menemani anak bermain. Membawa anak, terutama yang masih balita, akan merepotkan dan Anda pasti tidak bisa makan dengan tenang.
Anda bisa memesan makanan pada office boy (OB) dan menikmati makan siang bersama anak.
6. Jangan Libatkan Orang lain di Kantor
Pastikan untuk tidak melibatkan rekan kerja atau siapa pun dalam menjaga anak Anda di kantor. Ingat, mereka juga memiliki kesibukan dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Sesekali meminta bantuan OB mungkin boleh Anda lakukan, tetapi jangan sampai tugas OB terganggu karenanya.
Biasanya ada saja rekan kerja yang dengan senang hati membantu Anda mengawasi si kecil sebentar sementara Anda ikut rapat atau menghadap bos. Tapi ingat, jangan menitipkan anak Anda pada rekan kerja meskipun hanya sebentar saja. Biarkan rekan kerja ikut mengasuh hanya jika dirinya sendiri yang menawarkan diri.
7. Jangan Jadi Lupa Bekerja
Membawa anak ke kantor bukan berarti Anda bisa menggunakan seluruh jam kerja untuk mengasuh anak. Kewajiban nomor satu tetap memenuhi kewajiban kerja. Pergunakan waktu sebaik-baiknya bila si kecil sedang sibuk sendiri dan tidak membutuhkan asuhan Anda. Anda juga bisa meningkatkan produktivitas bila anak sedang istirahat atau bersama orang lain.
8. Jangan Sering-Sering
Pastikan Anda tidak terlalu sering membawa anak ke tempat kerja. Selain nantinya akan menganggu kinerja kerja Anda, rekan kerja lainnya juga akan terganggu. Belum lagi kalau Anda ditegur bos. Baiknya mencari cara agar si kecil bisa diasuh di rumah, karena kantor memang bukan tempat yang cocok untuknya.
(Retno Wulandari)