KONSEP organik kerap disalahartikan oleh konsumen yang kurang informasi. Label organik selalu dianggap positif, namun sebenarnya makanan yang tidak memiliki label organik bukan berarti buruk.
Misalnya pada sejumlah makanan berikut di bawah ini. Jika Anda membeli makanan tersebut dengan label organik, ketahuilah bahwa Anda sedang melakukan satu pemborosan. Perlu diketahui juga, makanan organik harganya akan lebih mahal dibandingkan tidak organik. Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir Thrillist, Selasa (1/12/2015).
Alpukat
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Environmental Working Group, alpukat adalah bagian terbersih dari semua produk buah. Penelitian itu membuktikan, sekaligus tanaman diberi pestisida, hanya satu persen jejak pestisida yang terlihat. Jadi, ketika Anda membeli alpukat organik yang harganya jauh lebih mahal, kasarnya kelebihan biaya tersebut hanya untuk membayar stiker pada label organik di buah yang alpukat yang dibeli.
Kiwi
Buah kiwi memiliki kulit yang cukup kuat untuk melindungi daging buah dari bahan kimia berbahaya. Sementara itu, sekalipun kiwi yang Anda beli berlabel organik, kualitas daging buahnya tak ada beda dengan yang tidak organik.
Mangga
Sama seperti buah yang memiliki kulit keras. Kulit mangga juga mampu melindungi daging buah dari bahan kimia pestisida.
Hidangan laut
Logikanya, tak mungkin produsen makanan laut mengatur pola makan aneka hewan laut sehingga dapat diberi label organik. Pasalnya, sejauh ini hanya organisasi Internasional yang bisa memberi label organik untuk produk makanan tertentu.
Bahkan, Departemen Pertanian Amerika saja mencoba untuk menentukan standar makanan laut, namun banyak kontroversi akan hal tersebut. Faktor kontaminasi laut merupakan salah satu hal yang jadi penghalang. Kita tidak bisa benar-benar menyingkirkan kandungan apa saja yang tersebar di lautan. Karena itu, jika Anda membeli makanan laut lokal dengan label organik, sudah seharusnya Anda waspada.
Jagung
Membeli jagung dengan label organik sama saja seperti pemborosan yang sia-sia. Perlu diketahui, meskipun jagung disemprot dengan pestisida dalam jumlah besar, namun kulit jagung tersebut mampu melindungi kernel jagung di dalamnya. Hal tersebut sudah diuji oleh Departemen Pertanian Amerika, yang menunjukkan bahwa 99 persen sampel jagung, tidak memiliki jejak residu pestisida sama sekali.